Tak Lekang oleh Masa, Grup Musik Jamrud Ternyata Masih Eksis di Belantika Musik Indonesia

Siapa yang tak kenal Jamrud, bagi generasi tahun 90'an hingga 2.000' mungkin sudah tak asing dengan grup musik rock asal Kota Cimahi yang lahir pada 1989 silam.

Tak Lekang oleh Masa, Grup Musik Jamrud Ternyata Masih Eksis di Belantika Musik Indonesia

INILAHKORAN, Cimahi - Siapa yang tak kenal Jamrud, bagi generasi tahun 90'an hingga 2.000' mungkin sudah tak asing dengan grup musik rock asal Kota Cimahi yang lahir pada 1989 silam.

grup musik rock ini semula memiliki nama Jam Rock dengan formasi awal  Azis Mangasi Siagian (gitar), Ricky Teddy (bass), Agus (drum) dan Oppi (vokal). 

Bak jalan yang tak selalu mulus, di tengah perjalanan Jamrud sempat beberapa kali berganti personel, mulai dari hengkangnya Sandy Handoko (alm) dan Fitrah Alamsyah (alm). Bahkan, sang vokalis Krisyanto juga sempat dikabarkan hengkang pada 2008 lalu dengan alasan jenuh.

Hengkangnya Krisyanto sempat membuat Jamrud goyah lantaran tidak adanya vokalis. Betapa tidak, sedari dulu Krisyanto sudah menjadi ikon dari Jamrud dengan suara khasnya. Namun untungnya pada 2012 Krisyanto kembali bergabung lagi dengan band yang telah membesarkan namanya ini.

Kemudian, Formasi terakhir terdiri dari Azis Mangasi Siagian (gitar), Krisyanto (vokal), Ricky Teddy (bass) dan Suherman Husin (drum).

Meski begitu, sejumlah album terbaik telah ditelurkan grup musik yang memiliki karakter unik dalam setiap penampilannya, seperti Nekad (1996), Putri (1997), Terima Kasih (1997), Ningrat (2000), Sydney Sydney 090102 (2002), BO 18+ (2004), All Access in Love (2006) dan sejumlah album kompilasi lainnya.

Pasca ditinggal Krisyanto, Jamrud kembali merekrut sejumlah personel baru, di antaranya Donal (vokal), Irwan (gitar) dan Dani (drum). Dengan formasi baru ini, mereka merilis album ke-11 dengan titel New Performance 2009 pada Maret 2009.

Tak berhenti sampai di situ, Jamrud terus melahirkan karya-karya teranyarnya. Tepat pada November 2009, Donal dan kawan-kawan kembali merilis album terbaik dengan judul Best of The Best Jamrud yang berisi 17 lagu.

Album ke-12 ini merupakan lagu-lagu yang pernah hits dalam beberapa album sebelumnya namun dikemas dengan aransemen baru.

Kini Jamrud masih terus eksis mengisi panggung hiburan nusantara dengan mengisi berbagai event-even di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Meski usia sejumlah personelnya tak lagi muda, namun kualitas penampilan mereka tak kalah saat mereka berada di puncak karir.

"Untuk eksistensi kita harus banyak manggung dan tur. Alhamdulillah, sampai 2025 ini masih banyak yang ngundang," kata vokalis Jamrud, Krisyanto saat ditemui belum lama ini.

Krisyanto mengaku, Jamrud sebenarnya memiliki album namun band rock tersebut mengalami kesulitan untuk promosi di era saat ini. Berbeda saat era tahun 2000'an ke bawah promosinya sangat mudah.

"Di berbagai televisi dulu banyak event-event promosi buat video klip atau tampil di event acara tv itu, kalau sekarang agak susah untuk mempromosikan album baru kita," ungkap Krisyanto.

"Akhirnya, ujung-ujungnya kita cuma di YouTube atau di digital content, seperti platform-platform yang menjual eceran lagu-lagu untuk survive," sambungnya.

Kendati demikian, Krisyanto masih bersyukur lantaran Jamrud memiliki banyak lagu hits yang masih digemari para fansnya. Sehingga, masih banyak orang yang mengundang Jamrud untuk mengisi berbagai event.

"Sebenarnya banyak band-band yang sudah punya album atau lagu-lagu bagus, akhirnya mereka juga sama untuk bisa promosi mereka memilih menggunakan media-media digital," tuturnya.

"Ada yang menjual lagu secara eceran di digital konten. Apalagi untuk grup band yang nama-namanya tidak viral sama sekali mereka akan kesulitan. Jadi sekarang mereka boomingnya dari cover-cover lagu," sambungnya.

Tak cuma itu, sebut Krisyanto, dari tahun 1996 mulai dari album pertama sampai sekarang Jamrud telah menciptakan hampir 14 album yang sudah include the best album.

"Album yang paling hits itu Ningrat (2000) lagunya Pelangi di Matamu, Surti Tejo dan lainnya. Ada juga Sydney (2002) ada lagu Selamat Ulang Tahun yang sampai hari ini masih sering dipakai sama orang-orang," sebutnya.

"Royalti dari lagu-lagu tersebut kita berikan buat pencipta lagu, produser dan publishernya," sambungnya.

Lebih lanjut Krisyanto menuturkan, jika tur Jamrud sudah tidak sebanyak seperti dulu kemungkinan bakal terus berkarya dengan mengcover atau mengaransemen lagu-lagunya.

"Kalau sekarang kita masih terus tur se-Indonesia. Alhamdulillah animo dan penontonnya masih puluhan ribu," ucapnya.

Tak cuma itu, sambung Krisyanto, dirinya mendengar sang gitaris (Azis MS) berencana merilis single terbaru mengingat album terakhir itu dibuat pada tahun 2019.

"Temanya belum tahu, mungkin Azis sudah ada gambaran di benaknya, tapi sejauh ini Azis belum bilang secara langsung ke kita. Kalau jadi nanti kita lempar ke pasar dan kalau animonya bagus mungkin kita bikin mini album atau full album," katanya.

"Namun yang pasti Jamrud tetap dengan karakternya yang nyeleneh, konyol dan lainnya. Ada yang melankolisnya, hard rocknya, heavy metalnya, campurlah pokoknya," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti