Tanggapi Ancaman Sesar Lembang, Sejumlah Pengelola Wisata Pastikan Telah Dilengkapi Sistem Mitigasi Bencana

Sejumlah objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan telah menyiapkan sistem mitigasi bencana menyusul adanya aktivitas seismik yang dipicu Sesar Lembang.

Tanggapi Ancaman Sesar Lembang, Sejumlah Pengelola Wisata Pastikan Telah Dilengkapi Sistem Mitigasi Bencana
Bahkan, penerapan mitigasi bencana tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari pelatihan atau sertifikasi bencana bagi para petugas hingga berbagai peralatan, seperti peta, petunjuk evakuasi dan lainnya. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan telah menyiapkan sistem mitigasi bencana menyusul adanya aktivitas seismik yang dipicu Sesar Lembang.

Bahkan, penerapan mitigasi bencana tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari pelatihan atau sertifikasi bencana bagi para petugas hingga berbagai peralatan, seperti peta, petunjuk evakuasi dan lainnya.

Diketahui, Sesar Lembang terdeteksi mengalami peningkatan aktivitas hingga menimbulkan rentetan aktivitas seismik. Di pertengahan Agustus 2025, gempa akibat Sesar Lembang terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan. 

Tiga gempa magnitudo rendah itu terjadi pada Kamis 14 Agustus 202 dengan M 1,8, lalu kembali terjadi pada Selasa 19 Agustus 2025 dengan M 2,3 dan Rabu 20 Agustus 2025 dengan M 1,7.

"Kalau isu soal Sesar Lembang itu sudah bukan pertama kali bahkan beberapa kali muncul," kata Public Relations Floating Market Intania Setiati saat dihubungi, Senin 25 Agustus 2025.

Kendati begitu, Intania tak memungkiri bahwa setiap isu soal Sesar Lembang berpengaruh pada tingkat kunjungan lantaran mungkin membuat orang ketakutan untuk datang ke Lembang.

Disamping itu, setiap tahun di bulan Agustus kunjungan wisatawan selalu sepi. Namun, untuk tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun lalu.

"Bulan Agustus 2025 ini penurunan kunjungan mencapai 20 persen dari tahun lalu. Mungkin ini juga imbas kondisi perekonomian, isu Sesar Lembang dan larangan study tour, jadi makin sepi," ujarnya.

"Kalau misalkan sudah aman mungkin mau datang lagi untuk wisata ke Lembang," imbuhnya.

Sementara untuk mitigasi, jelas Intania, pihaknya sudah mempersiapkan semuanya sejak awal. Bahkan, selalu diinformasikan bahwa para pengunjung harus ada dijalur evakuasi misalnya.

"Jadi sign-signnya sudah terpampang di tempat-tempat wisata kita. Dulu juga pernah ada pelatihan untuk keselamatan kerja. Bahkan, pada pertemuan pertama pernah ada pelatihan untuk petugas dan security kami," paparnya.

"Jadi bagaimana dan harus seperti apa ketika bencana terjadi, mereka sudah tahu dan sudah diinformasikan," ucapnya.

Intania berharap bencana tersebut tidak sampai terjadi dan kalaupun terjadi pihaknya sudah siap dan bakal lebih meningkatkan kesiapsiagaan.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ingin berwisata ke Lembang untuk tidak khawatir.

"Karena kita tidak bisa menebak kapan peristiwa alam bisa terjadi. Kapanpun bisa terjadi, tapi jangan khawatir karena semua sudah kita siapkan," katanya.

Sebagai upaya memberikan rasa aman kepada para pengunjung, pihaknya bakal secara kontinyu melakukan kampanye aman berwisata.

"Paling kita akan terus kampanye bahwa wisata tetap aman. Kita lakukan melalui media sosial atau merangkul influencer kita informasikan bahwa di tempat kita safety," tandasnya.

Terpisah, Public Relations Dago Dream Park Lembang, Revi Laurentius mengaku pihaknya tetap mengikuti protokol yang ada. Pasalnya, Dago Dream Park Lembang sudah memiliki sertifikasi mitigasi, serta melakukan training evakuasi.

Kendati begitu, Revi mengakui ada sejumlah karyawan baru Dago Dream Park Lembang yang belum mengikuti training. Namun, pihaknya juga sudah melengkapi objek wisata yang berlokasi di Jalan Dago Giri, Desa Pagerwangi, Lembang itu dengan berbagai sarana dan prasana kebencanaan.

"Kita juga ada tim koordinator jalur evakuasi, peta evakuasi juga sudah dipasang. Termasuk, pelang arah evakuasi dan titik kumpul area pun sudah dipasang," ujarnya.

Menurutnya, kapan bencana terjadi tidak ada yang tahu. Apalagi, isu Sesar Lembang kembali mencuat dalam beberapa hari ini.

"Jadi siap gak siap, ya harus kita siapkan untuk semua kemungkinan. Jika ada perbantuan dari Pemda untuk training mitigasi atau informasi apapun kita juga siap," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani