Tanggapi Longsor di Ponpes At-Tohiriyah, Jeje Bakal Lakukan Kajian Ulang Kelayakan Lokasi

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan pihaknya bakal melakukan pengecekan dan kajian ulang terhadap kelayakan kondisi Pondok Pesantren At-Tohiriyah pasca diterjang bencana tanah longsor.

Tanggapi Longsor di Ponpes At-Tohiriyah, Jeje Bakal Lakukan Kajian Ulang Kelayakan Lokasi
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan pihaknya bakal melakukan pengecekan dan kajian ulang terhadap kelayakan kondisi Pondok Pesantren At-Tohiriyah pasca diterjang bencana tanah longsor.

INILAHKORAN, Ngamprah – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail memastikan pihaknya bakal melakukan pengecekan dan kajian ulang terhadap kelayakan kondisi Pondok Pesantren At-Tohiriyah pasca diterjang bencana tanah longsor.

Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan bagi para santri dan warga sekitar. 

Sebelumnya, Bupati Jeje juga menghadiri prosesi pemakaman almarhumah di Tempat Pemakaman Umum Kampung Nendeut, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

"Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD untuk menerjunkan tim ke lokasi," kata Jeje dalam keterangannya, Selasa 28 Oktober 2025.

"Pemerintah Daerah tidak bisa tinggal diam. Kita harus bergerak cepat bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat," sambungnya.
 
Jeje juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat intensitas hujan di wilayah selatan Bandung Barat masih tinggi dan berpotensi menyebabkan bencana susulan.
 
"Kita harus tetap berhati-hati karena curah hujan masih tinggi, bahkan diperkirakan hingga awal tahun mendatang," katanya.

"Saya minta semua warga tetap waspada dan segera melapor jika ada tanda-tanda pergerakan tanah," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Jeje mengungkapkan, pihaknya bakal melakukan kajian ulang terhadap kelayakan lokasi pesantren untuk memastikan keamanan lingkungan bagi para santri dan warga sekitar. 

"Kami akan melakukan pengecekan dan kajian ulang apakah area ini masih memungkinkan untuk kembali dibangun. Jangan sampai bencana serupa terulang lagi," tegasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Jeje juga mengapresiasi kepada masyarakat yang telah bahu-membahu membantu proses evakuasi dan penanganan pertama di lokasi bencana. 

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah sigap membantu sejak awal. Semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga dalam menghadapi setiap musibah," ucapnya.
 
Diketahuo, duka mendalam menyelimuti Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah tanah longsor menerjang Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tohiriyah di Kampung Pasir Buleud, Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, pada Minggu 26 Oktober2025. 

Bencana ini menyebabkan seorang santriwati bernama Neng Nuri meninggal dunia.*** 


Editor : JakaPermana