Terbesar di Jabar, Pemkab Cirebon Angkat 4.017 PPPK

Tercatat, jumlah formasi PPPK untuk tahun ini mencapai 4.017 pegawai dan Pemkab Cirebon memperoleh alokasi tertinggi setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat

Terbesar di Jabar, Pemkab Cirebon Angkat 4.017 PPPK

INILAHKORAN, Cirebon -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon memperoleh alokasi formasi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tertinggi di Jawa Barat.

Tercatat, jumlah formasi PPPK untuk tahun ini mencapai 4.017 pegawai. Pemkab Cirebon memperoleh alokasi tertinggi setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang memperoleh alokasi sebanyak 6.456 pegawai.

Pemkab Cirebon merilis, jumlah PPPK tersebut masing-masing terdiri dari tenaga pendidikan atau guru sebanyak 1.804 orang pegawai. Kemudian tenaga kesahatan atau nakes, berdasar alokasi formasi PPPK tahun ini  sebanyak 2.130. Sisanya, formasi tenaga teknis sebanyak 83 orang pegawai.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron mengaku, meski memprioritaskan tenaga pendidik  dan tenaga kesehatan, Pemkab Cirebon tetap mengalokasi untuk formasi tenaga teknis pendukung. penempatan itu diperlukan untuk dinas-dinas yang sangat membutuhkan sesuai kebutuhan organisasi.

"Kita sangat membutuhkan ASN untuk PPPK dalam jumlah optimal sesuai dengan kebutuhan," ungkap  Imron, Selasa 10 Oktober 2023.

Dia menilai, besarnya formasi PPPK yang diperoleh oleh Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu komitmen. Dirinya siap memperjuangkan pembangunan Kabupaten Cirebon, termasuk menempatkan SDM yang mumpuni di Pemkab Cirebon.

" Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat, yang memberikan alokasi PPPK yang cukup banyak untuk Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Imron menjelaskan, dominasi guru dan tenaga kesehatan dalam perekrutan PPPK di Kabupaten Cirebon, berkaitan dengan bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2030, serta target Indonesia emas pada tahun 2045. Disinilah pentingnya pemahaman kesehatan dan peningkatan pendidikan untuk generasi muda.

"Karena proses itulah yang harus dilakukan, untuk menciptakan penerus bangsa yang pintar, cerdas dan sehat. Selain itu, kesehatan dan pendidikan juga, merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat perlu diperhatikan, sehingga menjadi prioritas utama," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ronianto menuturkan hal yang sama dengan Bupati, Menurutnya, honorer yang sudah diterima dan diangkat menjadi PPPK di Kabupaten Cirebon harus bersyukur atas capaian tersebut.

"Biasanya gaji Rp 250ribu perbulan dan sekarang menjadi Rp 4 juta perbulan. Belum lagi jika ada tunjangan lainnya," ujar Roni.

Pada tahun ini lanjutnya, ada sebanyak 304 guru PAI yang diangkat menjadi PPPK. Sedangkan tahun depan, Pemkab Cirebon berencana akan membuka lowongan PPPK untuk guru, sebanyak 1.804. Dengan diangkatnya menjadi PPPK, Roni meminta kepada guru untuk bisa bersikap profesional dan membantu pemerintah dalam membentuk karakter bangsa yang beradab.

"Karena saat ini banyak perundungan dan lainnya. Ini merupakan tugas guru PAI, agar bisa menciptakan akhlak yang baik," tukasnya. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti