Terkuak, Warga Ungkap Nanas Cikalongwetan KBB Punah di Era Ini
Pamor nanas khas Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, KBB kini telah tenggelam ditelan masa. Padahal, dulu sempat menjadi idola.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pamor nanas khas Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, KBB kini telah tenggelam ditelan masa.
Hal tersebut disebabkan berbagai faktor yang jadi penyebab komoditas nanas hilang dan tidak lagi dibudidayakan lagi masyarakat Cikalongwetan, KBB.
Salah seorang warga Cikalongwetan, Atang (52) mengungkapkan, dahulu saat ayahnya punya perkebunan nanas. Saat musim panen tiba, petani memikul nanas dari kebun ke Jalan Raya Cikalongwetan, KBB.
Selain dijual di warung di pinggir jalan, kata dia, nanas juga diambil bandar untuk diedarkan di Pasar Dulatip atau Pasar Baru Kota Bandung saat ini.
"Saya waktu kecil sering bantu pukul nanas dari kebun ke jalan. Biasanya suka ada bandar yang bawa ke pasar Dulatip," kenangnya.
Menurutnya, sebab pertama tentu saja soal regenerasi. Banyak para petani nanas di Cikalongwetan tak menurunkan profesi itu kepada keluarga dan sanak saudaranya.
Ia menyebut, anak-anak petani lebih senang kuli atau kerja di pabrik.
"Penyebabnya menurut saya karena regenerasi. Saya lebih senang jadi tukang ojek ketimbang meneruskan ayah jadi petani nanas," ujarnya.
Kendati demikian, warga lainnya Ii Sasmita (72) menilai, punahnya nanas Cikalongwetan akibat campur tangan struktur pemerintahan Orde Baru.
Ia menyebut, penyebab punahnya nanas Cikalongwetan, antara lain pembangunan Tol Cipularang yang menyebabkan jalur pemasaran nanas di jongko-jongko yang dilalui pengendara luar daerah menjadi sepi.
"Kios-kios nanas bangkrut. Karena kendaraan gak lewat sini lagi. Mereka lewat tol kalau mau ke Bandung," sebutnya.
Selain itu, jelas dia, penyebab lain lantaran adanya pembukaan lahan milik istri Soeharto, Ibu Tien di kawasan Subang untuk ditanam nanas dengan skala besar.
Baca Juga: Gebyar Pesona Budaya Garut Sedot Antusiasme Warga Kota Dodol
Ia menerangkan, untuk menopang proyek tersebut, para petani Cikalongwetan banyak menjual benih nanas.
"Waktu itu dengar kabar di Subang ada proyek penanaman nanas di lahan milik Ibu Tien. Jadi pemerintah fokus ke sana. Petani di sini juga menebang nanasnya dan menjual bibit ke sana," tukasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


