Ternyata Ini Fungsi Beras Fortifikasi yang Ramai Disentil Mentan Amran
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan beras fortifikasi ditujukan untuk kelompok rentan gizi, bukan untuk menggantikan beras premium di pasar konsumen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengklarifikasi posisi keberadaan beras fortifikasi di pasaran.
Ia secara tegas menyatakan bahwa beras fortifikasi tidak dirancang maupun diperuntukkan untuk menggantikan beras premium.
Amran menyoroti adanya pergeseran tren di tingkat produsen. Setelah pemerintah menindak tegas praktik kecurangan pada beras premium, marak beredar produk beras fortifikasi komersial yang memanfaatkan celah aturan.
"beras fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Tetapi (saat) ini terjadi pergeseran. (Ketika beras) premium dulu ditindak, sekarang muncul (beras) fortifikasi. Ini bergeser," kata Amran.
Mengenal Apa Itu beras fortifikasi
beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan nutrisi dan zat gizi mikro esensial (micronutrients) melalui proses pengolahan khusus. Tambahan gizi tersebut meliputi:
Zat Besi (Fe) dan Asam Folat: Berperan mencegah anemia dan mendukung kesehatan ibu hamil serta mencegah kecacatan lahir.
Zinc (Seng): Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mendukung pertumbuhan anak untuk menekan angka stunting.
Vitamin B Kompleks (B1, B3, B6, B12): Mendukung metabolisme energi dan kesehatan fungsi saraf.
Secara konsep dasar, beras fortifikasi adalah instrumen intervensi gizi pemerintah yang difokuskan bagi kelompok masyarakat rentan kurang gizi.
Soroti Celah Harga dan Dugaan Kecurangan
Pergeseran beras premium ke label beras fortifikasi diduga terjadi karena belum adanya aturan batas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk fortifikasi.
Sebagai perbandingan, beras premium memiliki patokan HET resmi dari pemerintah, yakni sekitar Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram tergantung pada wilayah zonasi.
Ketiadaan HET pada beras fortifikasi membuat oknum pengusaha leluasa memasang harga tinggi. Situasi ini memicu langkah tegas dari pemerintah dan Satgas Pangan untuk memperketat pengawasan serta menguji mutu puluhan merek beras fortifikasi yang beredar di pasaran guna melindungi konsumen dari klaim label palsu.
Editor : Firda Rachmawati

