Terungkap, Ternyata Ini yang Jadi Kendala Pengembangan Industri Kopi di KBB

Potensi pengembangan kopi Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih 'PR' bagi Pemerintah Daerah setempat. Apa kendalanya?

Terungkap, Ternyata Ini yang Jadi Kendala Pengembangan Industri Kopi di KBB
Terungkap, kendala terbesar di balik pengembangan industri kopi di KBB.
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Potensi pengembangan kopi Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih 'PR' bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB).
 
Pasalnya, keunggulan kopi Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak diimbangi dengan infrastruktur pemasaran yang sesuai standar.
 
Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, beberapa bulan lalu dirinya bersama Menteri BUMN, Menteri Keuangan dan Menteri Koperasi sempat melakukan diskusi.
 
 
"Jadi dari hasil diskusi tersebut diketahui bahwa kualitas kopi juga bergantung pada proses dan alat-alat yang bagus, seperti produk luar negeri dan ternyata ada yang berbeda," katanya, Minggu 19 Juni 2022.
 
Ia menyebut, ada sejumlah komponen mesin, seperti pemanas dan lainnya yang berbeda. 
 
Sehingga, lanjut dia, dirinya berdiskusi dengan Kadis DPKP KBB untuk membantu petani kopi KBB agar bisa menggunakan peralatan dan mesin dari Kolombia.
 
"Di tahun 2022 sudah kita masukan dalam DPA. Mudah-mudahan dengan promosi kopi ini diproses dengan mesin dari Kolombia," ujarnya.
 
 
Dengan begitu, sebut dia, para petani kopi bisa menghasilkan grade atau tingkatan kopi dari yang paling mahal dan paling bagus.
 
"Itu tentunya bisa menambah nilai dari kopi KBB itu sendiri dan tentunya menjadi bagian dari support pemerintah," ucapnya.
 
Selain itu, hadirnya KBB Expo ini merupakan wujud hadirnya Pemda KBB untuk mendorong pelaku UMKM KBB, termasuk kopi agar bisa mendapat omzet, sekaligus mempromosikan produknya.
 
"Kita kan tahu, selama 2 tahun terakhir ini kita kena pandemi dan berdampak pada kesehatan. Ini saatnya kita optimis dan bangkit dan inti dari kegiatan ini bisa mendapatkan dan memajukan pelaku UMKM," terangnya.
 
 
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun 2019 silam, pihaknya pernah mengadakan event UMKM dan omzet yang diraup para pelaku UMKM sangat luar biasa.
 
"Karena itu saya mengajak PNS dan OPD untuk bisa membelanjakan uangnya disini dengan membeli produk UMKM hasil Bandung Barat," pungkasnya.*** (agus satia negara).
 
 


Editor : inilahkoran