THR Ojol Segera Ditetapkan? CEO GoTo dan Menaker Yassierli Temui Presiden Bahas Finalisasi Aturan
CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Patrick Walujo, bersama Chief of Public Policy & Government Relations GoTo, Ade Mulya, serta sejumlah mitra pengemudi ojek online (ojol) mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Patrick Walujo, bersama Chief of Public Policy & Government Relations GoTo, Ade Mulya, serta sejumlah mitra pengemudi ojek online (ojol) mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta.
Kehadiran mereka bertepatan dengan kunjungan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, yang diduga membahas finalisasi aturan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pengemudi ojol.
"Memenuhi undangan saja," ujar Patrick Walujo dikutip ANTARA.
Tak berselang lama, Menaker Yassierli juga terlihat tiba di Istana. Saat ditanya apakah kedatangannya terkait dengan pengumuman THR bagi pengemudi ojol, ia enggan berkomentar lebih jauh.
"Kita rapat dulu ya, kita rapat. Nanti saya komen setelah selesai rapat," ujar Yassierli sebelum memasuki Istana.
Permintaan THR bagi pengemudi ojek online bukanlah hal baru. Pada Senin, 17 Februari 2025, sejumlah serikat dan komunitas pengemudi ojol menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta.
Mereka menuntut adanya regulasi yang mengatur pemberian THR bagi para pengemudi yang selama ini dianggap sebagai mitra oleh perusahaan aplikasi seperti Gojek dan Grab.
Menanggapi hal ini, Menaker Yassierli segera merespons dengan menyiapkan aturan khusus mengenai pemberian THR bagi pengemudi ojol. Hingga saat ini, regulasi tersebut masih dalam tahap finalisasi.
Yassierli menegaskan bahwa aturan THR bagi ojol hampir rampung.
“Terkait dengan THR ojol, ini sedang finalisasi. Terkait ini adalah inisiatif baru, jadi kami ingin memastikan meaningful participation (antara pemerintah, pengemudi/mitra dan aplikator) itu terjadi,” ungkap Yassierli.
Menaker juga menekankan pentingnya dialog antara semua pihak terkait, termasuk aplikator seperti Gojek dan Grab serta para pengemudi ojol sendiri.
"Kami mengutamakan dialog. Saya sudah beberapa kali bertemu dan ingin memastikan nanti adalah hasil dari proses musyawarah dari hadirnya aplikator dan pengemudi online-nya. Saya optimistis (kepastian itu) tidak lama lagi akan selesai," tambahnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
