INILAHKORAN- Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) melalui Program Studi Administrasi Publik bekerja sama dengan DPD Indonesian Association for Public Administration Jawa Barat (IAPA Jabar) menggelar Webinar Nasional Refleksi Akhir Tahun.
Webinar ini mengangkat tema ”Agile Governance: Relevansi dan Tantangan Birokrasi pada Era VUCA (Votality, Uncertainty, Completed, Ambiguity) dan Disrupsi”.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengatakan, webinar ini penting untuk mengembangkan pemikiran serta gagasan sehubungan dengan kondisi saat ini yang sangat cepat berubah, penuh ketidakpastian, rumit, dan ambigu.
”Jadi, berkaitan dengan hal itu, saya kira kita harus punya orientasi masa depan yang baik, mempunyai mindset yang adaptif, mindset masa depan, yang orientasinya tentu saja pada perbaikan-perbaikan secara cepat, yang merespons perubahan tersebut,” kata Herry Suhardiyanto, Senin 27 Desember 2021.
Herry Suhardiyanto menekankan bahwa dalam situasi yang sulit diprediksi, fleksibilitas jadi sangat penting, kalau kaku nanti akan sulit. Harus ada penyesuaian, kolaborasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Kemampuan dalam menganalisis suatu persoalan secara jernih dan penguasaan teknologi perlu dimiliki, khususnya para pelayan publik, dalam menghadapi perubahan yang ada saat ini.
”Oleh karena itu, kami menyambut baik diselenggarakannya webinar dengan tema Agile Governance yang sangat menarik ini, insyaallah webinar ini akan memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan mutu layanan publik,” paparnya.
Selain itu, Ketua DPD IAPA Jawa Barat Yaya Mulyana Abdul Azis berharap, di tengah era disrupsi yang sangat luar biasa saat ini, para mahasiswa khususnya, bisa memahami dinamika perkembangan mutakhir seputar administrasi publik.
”Kalau kita tidak bisa memahami, mengantisipasi, mungkin kita akan jadi korban-korban oleh era disrupsi ini. Seperti korbannya angkutan, mungkin pos giro, hotel-hotel konvensional, bisnis-bisnis konvensional, itu semua merupakan korban disrupsi, terus khususnya teknologi,” ucap Yaya Mulyana Abdul Azis.
Yaya Mulyana Abdul Azis mengungkapkan bahwa dengan adanya webinar, semua peserta bisa mendapat sebuah insentif imunitas pengetahuan sebagai bekal menghadapi perubahan yang sangat cepat saat ini.
Sebagai catatan, acara ini dihadiri sebanyak 583 yang terdiri atas seluruh audienc administrasi publik khususnya yang ada di Jawa Barat, umumnya di seluruh Indonesia yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi. (Okky Adiana)***