Villarreal 0-6 PSG: Raja Perkasa
MALAM yang seharusnya menjadi panggung kebanggaan Villarreal justru berubah menjadi mimpi buruk. Mereka benar-benar tak berdaya di hadapan sang raja Eropa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion de la Ceramica, Rabu (4/11) dini hari WIB, Villarreal sulit membendung keganasan juara bertahan Liga Champions, Paris Saint-Germain.
Dalam laga itu, PSG bukan sekadar menang, melainkan benar-benar memperlihatkan dominasinya dengan melumat tuan rumah enam gol tanpa balas pada pertandingan keempat fase liga Liga Champions.
Namun, ada hal menarik di balik pesta gol raksasa asal Prancis tersebut. Pelatih PSG, Luis Enrique, ternyata tidak pernah meminta anak asuhnya untuk mengendurkan serangan meski sudah unggul jauh. Baginya, terus bermain dengan intensitas tinggi justru merupakan bentuk penghormatan kepada lawan.
PSG bahkan menciptakan catatan bersejarah dalam pertandingan tersebut. Tim asuhan Luis Enrique menjadi tim tercepat yang mampu membangun keunggulan 4-0 dalam waktu kurang dari 17 menit di Liga Champions.
Pesta gol PSG dimulai ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit. Joao Neves membuka keunggulan setelah memaksimalkan umpan Willian Pacho.
Villarreal belum sempat menemukan cara untuk keluar dari tekanan ketika gawang mereka kembali bergetar tiga menit kemudian. Kali ini, Desire Doue mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan operan Maghnes Akliouche.
Belum genap satu menit berselang, Senny Mayulu semakin membuat publik tuan rumah terdiam. Gol tersebut membawa PSG unggul 3-0 dan membuat Villarreal semakin kesulitan mengembangkan permainan.
Penderitaan tuan rumah belum berhenti. Pada menit ke-17, Fabian Ruiz ikut mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa PSG unggul empat gol tanpa balas.
Villarreal sempat berusaha bangkit menjelang turun minum. Ayoze Perez mendapatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi tendangannya masih mampu digagalkan kiper PSG, Matvey Safonov.
Memasuki babak kedua, PSG tidak menunjukkan tanda-tanda ingin memperlambat permainan.
Pada menit ke-50, Fabian Ruiz kembali mencetak gol. Kali ini, ia memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Vitinha untuk mengubah kedudukan menjadi 5-0.
Villarreal sebenarnya tidak berhenti mencoba. Pape Gueye sempat mengancam melalui sebuah tembakan, tetapi lagi-lagi Safonov tampil sigap untuk menjaga gawang PSG tetap bersih.
Pesta gol PSG akhirnya ditutup David Boly pada menit ke-78. Menerima umpan Joao Neves, Boly sukses menuntaskan peluang sekaligus memastikan kemenangan telak 6-0 bagi tim tamu.
Dua gol Fabian Ruiz serta masing-masing gol dari Joao Neves, Desire Doue, Senny Mayulu, dan David Boly menjadi bukti betapa meratanya kekuatan serangan PSG dalam pertandingan tersebut.
Bentuk Penghormatan Di balik kemenangan besar itu, Luis Enrique memberikan penjelasan menarik mengenai keputusannya membiarkan PSG terus bermain menyerang meski sudah unggul dengan skor mencolok.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, kemenangan besar bukan alasan bagi timnya untuk mengurangi intensitas permainan. Sebaliknya, PSG harus tetap menunjukkan keseriusan dan menghormati Villarreal dengan bermain pada level terbaik hingga pertandingan berakhir.
"Setelah tertinggal 0-3, hanya sedikit tim yang dapat mengatasinya. Kami mencoba untuk menghormati lawan kami dengan bermain dengan cara yang sama sepanjang pertandingan," kata Enrique, dikutip dari L'Equipe.
Enrique bahkan mengingatkan kembali kemenangan PSG atas Inter Milan dengan skor 5-0 pada final Liga Champions. Saat itu, timnya juga tidak berpikir untuk sekadar mempertahankan keunggulan.
"Kami dapat mengingat final Liga Champions pertama melawan Inter (5-0). Kami tidak pernah berpikir untuk mempertahankan keunggulan," ujarnya.
Ia menegaskan, konsistensi dalam menjaga intensitas permainan merupakan bagian dari identitas PSG.
"Kami selalu ingin bermain dengan intensitas yang sama dan dalam keadaan yang sama. Meski begitu, saya tidak senang melihat lawan saya kesulitan seperti ini," tutur Enrique.
Kemenangan enam gol tanpa balas ini semakin mengukuhkan posisi PSG di puncak klasemen fase liga Liga Champions. Les Parisiens mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan, sementara Villarreal harus tertahan di peringkat ke-29 dengan tiga poin.
Bagi PSG, kemenangan di kandang Villarreal bukan hanya tentang tambahan tiga poin. Ini juga menjadi pernyataan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan dalam persaingan menuju gelar Liga Champions. (bsf)
VILLARREAL 0-6 PSG Desire Doue/Man of the Match Menit Main: 73 Gol: 1 Shots: 5 On Goal: 4 Umpan Kunci: 3 Akurasi Umpan: 85,7% Sentuh Bola: 74
DATA FAKTA Waktu: Rabu (4/11) ; Kick Off Pukul 03.00 WIB Tempat: Estadio de la Ceramica Wasit: F Zwayer Man of the Match: Desire Doue Pencetak Gol: Villarreal (-) ; PSG (J Neves 9', D Doue 12', S Mayulu 13', F Ruiz 17', 50') D Boly 78') Kartu Kuning: Villarreal (Comesana, Mourinho, Cardona, Moleiro) ; PSG (Ndjantou) Kartu Merah: -
SUSUNAN PEMAIN Villarreal: Peter Gulacsi; Alex Freeman, Renato Veiga, Santiago Mourino, Carlos Romero; Tajon Buchanan, Pape Gueye, Santi Comesana, Carlos Macia; Ayoze Perez, Nicolas Pepe.
PSG: Matvey Safonov; Achaf Hakimi, Ilya Zabarnyi, Willian Pacho, Lucas Hernandez; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Maghnes Akliouche, Senny Mayulu, Desire Doue.
Editor : Inilahkoran

