Vinicius Terjebak dalam Bayang-bayang Masa Lalu

NAMA Vinicius Jr pernah identik dengan kecepatan, aksi memukau, dan gol-gol penting untuk Real Madrid.

Vinicius Terjebak dalam Bayang-bayang Masa Lalu
Net

Oleh: Bsafaat

Namun, di balik kejayaan yang pernah diraihnya, kini muncul pertanyaan besar: apakah sang winger mulai kehilangan sentuhannya? Penampilan Vinicius belakangan ini mendapat sorotan tajam. Alih-alih terus menunjukkan perkembangan, pemain asal Brasil itu justru dinilai belum mampu mengulang performa gemilang yang pernah membuatnya menjadi salah satu bintang utama Los Blancos.

Kritik tersebut datang dari Santi Canizares, mantan kiper Real Madrid dan Valencia pada era 1990-an. Dikutip dari Tribuna, Canizares menilai performa Vinicius mengalami penurunan dalam dua musim terakhir.

"Performanya bahkan bisa dibilang sudah tidak sesuai harapan dalam dua musim terakhir," ujar Canizares.

"Singkatnya, Vinicius yang kita lihat di Real Madrid saat ini sangat berbeda dari yang sebelum-sebelumnya," lanjutnya.

Perjalanan Vinicius bersama Real Madrid bukanlah kisah tanpa prestasi. Ia telah mempersembahkan total 14 trofi untuk klub dan menjelma menjadi salah satu pemain yang dicintai para penggemar. Namanya bahkan finis di posisi kedua Ballon d'Or 2024.

Saat itu, Vinicius sempat menunjukkan kekecewaannya dan berjanji akan kembali dengan kekuatan sepuluh kali lipat. Sebuah pernyataan yang mencerminkan ambisi besar seorang pemain yang merasa pantas berada di puncak.

Namun, menurut Canizares, ambisi dan reputasi masa lalu saja tidak cukup untuk mempertahankan tempat di klub sebesar Real Madrid. Setiap pemain harus terus membuktikan kualitasnya, bukan sekadar mengandalkan pencapaian yang sudah lewat.

"Dia selama ini hanya mengandalkan kejayaan masa lalunya, mengandalkan kecemerlangan yang pernah dia tunjukkan dulu," kritik Canizares.

"Masalahnya adalah Vinicius selama ini hanya hidup dari warisan kejayaan masa lalunya," tambahnya.

Kritik itu menjadi pengingat bahwa di klub sebesar Real Madrid, status bintang tidak menjamin seseorang akan terus mendapat tempat utama. Sehebat apa pun pencapaian sebelumnya, performa hari ini tetap menjadi ukuran.

Canizares pun meminta Vinicius segera berbenah. Bukan hanya soal mengembalikan ketajaman di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana dirinya menempatkan kepentingan tim di atas segalanya.

Menurutnya, Vinicius perlu lebih banyak memberikan kontribusi nyata bagi permainan Real Madrid dan menghindari drama yang berpotensi memperburuk citranya.

Sebab, ketika seorang pemain tak lagi tampil sesuai harapan, selalu ada pemain lain yang siap mengambil kesempatan.

Nama Yan Diomande pun muncul sebagai salah satu sosok yang berpotensi menjadi pesaing Vinicius. Canizares menilai pemain tersebut memiliki kemampuan untuk tampil baik dan harus terus membuktikan bahwa dirinya pantas mendapat kesempatan sebagai starter.

"Diomande bisa bermain baik. Dia harus membuktikan setiap harinya bahwa dia layak jadi starter," tutup Canizares. (bsf)


Editor : Inilahkoran