Viral Murid PAUD Berhenti Sekolah Usai Orang Tua Soroti Distribusi MBG di Bima
Seorang murid PAUD dilaporkan berhenti sekolah usai orang tuanya mempertanyakan distribusi paket MBG melalui media sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian publik setelah seorang murid PAUD dilaporkan berhenti sekolah usai orang tuanya mempertanyakan distribusi paket MBG melalui media sosial.
Murid tersebut adalah Muhammad Adzan, siswa di PAUD SPS Bintang Alfa yang berada di Dusun Tololara, Desa Madawau, Kecamatan Madapangga. Sekolah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Tunas Perjuangan Anak Negeri.
Ketua yayasan, Arifudin, membenarkan bahwa Adzan sudah tidak lagi bersekolah. Namun, ia menegaskan keputusan tersebut bukan sepihak dari pihak sekolah, melainkan berdasarkan permintaan wali murid dan telah melalui prosedur administrasi yang berlaku.
Menurutnya, komunikasi telah dilakukan sebelumnya antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Ia juga menyebut pihak yayasan sempat mengundang orang tua untuk klarifikasi terkait unggahan di media sosial yang dinilai menyindir guru maupun sekolah, namun undangan tersebut tidak dihadiri.
Distribusi MBG Diklaim Tetap Berjalan
Di tengah polemik tersebut, yayasan memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai ketentuan. Pihak sekolah menyatakan seluruh siswa terdaftar menerima manfaat program tanpa pengecualian.
Bahkan, bagi siswa yang tidak hadir ke sekolah, paket makanan disebut tetap dikirimkan ke rumah masing-masing. Yayasan menegaskan komitmennya menjalankan program pendidikan dan kebijakan pemerintah secara terbuka serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Orang Tua Bantah Tuduhan Menyindir Sekolah
Sementara itu, ibu Adzan, Linda Purnama Sari, membenarkan bahwa anaknya telah resmi diberhentikan sejak 26 Februari 2026 berdasarkan surat yang diterbitkan pihak yayasan.
Linda mengaku hanya mengunggah pertanyaan di Facebook terkait penyaluran paket MBG bagi siswa yang tidak masuk sekolah. Ia menegaskan unggahannya bersifat umum dan tidak menyebut nama sekolah mana pun.
Menurutnya, setelah mempertanyakan hal tersebut di media sosial, ia menerima surat pemberhentian anaknya. Ia pun membantah telah menyindir guru atau pihak sekolah dalam unggahan tersebut.
Editor : Firda Rachmawati


