Viral, Pejalan Kaki Nyaris Jadi Korban Pemalakan di Jalan Tamansari Bandung

Simak kronologi menegangkan seorang pejalan kaki yang nyaris menjadi korban pemalakan Rp300 ribu di Jalan Tamansari Bandung saat subuh.

Viral, Pejalan Kaki Nyaris Jadi Korban Pemalakan di Jalan Tamansari Bandung
Viral, Pejalan Kaki Nyaris Jadi Korban Pemalakan di Jalan Tamansari Bandung

INILAHKORAN.ID - Aksi dugaan kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga Kota Bandung. Kali ini, seorang pejalan kaki nyaris menjadi korban pemalakan dan penggeledahan paksa oleh orang tidak dikenal (OTK) saat melintasi kawasan Jalan Tamansari pada waktu subuh.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan akun Instagram resmi @infobandungraya, korban membagikan kronologi menegangkan yang dialaminya demi meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang sering beraktivitas di luar rumah pada dini hari atau subuh.

​Berikut adalah kronologi lengkap insiden dugaan pemalakan yang terjadi di sekitar area kampus Universitas Pasundan (Unpas) Bandung tersebut.

​Kronologi Kejadian: Diadang Pengendara Motor Berjubah Cokelat

​Peristiwa ini bermula ketika korban sedang berjalan kaki sendirian sekitar pukul 04.45 WIB ba'da shubuh. 

Korban saat itu tengah menempuh perjalanan menuju stasiun kereta api (KAI) dengan menyusuri trotoar di Jalan Tamansari, melewati area kampus Unpas.

​Ketika posisi korban sudah berada cukup jauh dari pos satpam Unpas, tiba-tiba sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh dua orang menghampiri dan menepi ke arah trotoar. 

Sang pengendara tetap membiarkan mesin motornya menyala, sementara salah satu pelaku yang mengenakan jubah cokelat dan masker langsung turun menghampiri korban.

​Modus Tanya Jalan Berujung pemalakan Rp300 Ribu

​Awalnya, pelaku mencoba mencegat korban dengan modus bertanya mengenai arah tujuan perjalanan korban. Karena mengira orang tersebut hanya sekadar tersesat dan butuh petunjuk jalan, korban merespons dengan penuh prasangka baik (husnuzon).

​Namun setelah korban menjawab bahwa dirinya hendak pergi ke stasiun, niat asli pelaku pun terungkap. Pelaku tersebut secara tiba-tiba meminta uang sejumlah Rp300.000 kepada korban.

​Mendengar permintaan yang tidak masuk akal tersebut, korban sempat meresponsnya dengan bercanda karena merasa heran. Tak disangka, situasi berubah menjadi intimidatif ketika pelaku mulai mendorong dan memojokkan korban ke arah tembok bangunan Unpas. Pelaku bahkan mencoba menggeledah handphone (HP) yang sedang dipegang korban.

​Selamat Setelah Berteriak dan Meminta Tolong Ojol

​Beruntung, korban langsung refleks mengambil tindakan tegas untuk membela diri. Korban mendorong pelaku menjauh lalu berteriak meminta pertolongan kepada pengemudi ojek online (ojol) yang kebetulan sedang melintas di lokasi.

​Mendengar teriakan korban, sejumlah orang di sekitar lokasi kejadian termasuk petugas satpam dan penjaga warung yang langsung datang menghampiri. Melihat massa mulai berkerumun, pelaku sempat mencoba memutarbalikkan fakta dan bertingkah seolah-olah dialah yang menjadi korban akibat dorongan pembelaan diri dari korban sebelumnya.

​Aksi tipu-tipu pelaku gagal setelah salah seorang penjaga warung setempat mengenali identitas korban dan langsung memberikan pembelaan. Merasa posisinya terdesak oleh kerumunan warga, pelaku bersama rekannya akhirnya memilih kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor mereka.


Editor : Firda Rachmawati