Wagub Kalbar Sentil Video Viral Minta KDM Perbaiki Jalan Sintang

Krisantus Kurniawan menyayangkan munculnya konten tersebut yang dinilai tidak memahami kondisi riil daerah.

Wagub Kalbar Sentil Video Viral Minta KDM Perbaiki Jalan Sintang
Wagub Kalbar Sentil Video Viral Minta KDM Perbaiki Jalan Sintang

INILAHKORAN.ID - Video TikTok yang meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan memperbaiki jalan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memicu reaksi dari pemerintah daerah setempat. Krisantus Kurniawan menyayangkan munculnya konten tersebut yang dinilai tidak memahami kondisi riil daerah.

Krisantus menilai pembuat video belum melihat perbedaan mendasar antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat, terutama dari sisi luas wilayah dan kemampuan anggaran. Ia menegaskan, ketimpangan tersebut sangat memengaruhi pembangunan infrastruktur di masing-masing provinsi.

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki wilayah sangat luas, mencapai sekitar 147 ribu kilometer persegi, dengan anggaran sekitar Rp11,1 triliun setelah pemangkasan. Sementara itu, Jawa Barat memiliki wilayah yang jauh lebih kecil namun ditopang anggaran yang jauh lebih besar.

“Dengan kondisi seperti ini, bahkan jika malaikat yang menjadi gubernur, tetap tidak akan mampu membangun infrastruktur secara maksimal,” ujar Krisantus.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara serah terima jabatan CEO Credit Union Keling Kumang di Tapang Sambas pada 25 Maret 2026, yang juga dihadiri sejumlah kepala daerah seperti Bupati Sekadau dan Bupati Sintang.

Lebih lanjut, Krisantus menjelaskan bahwa perbedaan kondisi geografis dan ekonomi turut menjadi faktor. Ia menyebut Jawa Barat diuntungkan karena dikelilingi provinsi lain dengan aktivitas ekonomi yang saling mendukung sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sebaliknya, Kalimantan Barat harus berjuang lebih mandiri dalam mengembangkan wilayahnya. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat, khususnya anggota Credit Union Keling Kumang yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang, dapat membantu menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik.


Editor : Firda Rachmawati