Walkot Bogor Geram Banyak Laporan Pungli, Kinerja Satpol PP Minta Dievaluasi

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim geram lantaran banyak laporan terkait dugaan Pungli anggota Satpol PP terhadap PKL

Walkot Bogor Geram Banyak Laporan Pungli, Kinerja Satpol PP Minta Dievaluasi
Apel Besar Satpol PP Kota Bogor untuk mengevaluasi karena banyaknya laporan Pungli ke Pemkot Bogorndi Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (7/7/2026).

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor mengevaluasi kinerja Satpol PP  setelah adanya aduan perihal pungutan liar (Pungli) kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL). 

Evaluasi dilakukan langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi dalam apel besar Satpol PP Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (7/7/2026). 

Dalam apel ditegaskan Dedie tidak ada tempat bagi oknum Satpol PP yang menerima Pungli dan meminta agar penertiban PKL dilakukan secara konsisten. Kemudian Wali Kota Bogor dan Pemkot Bogor membuka aduan apabila ada Pungli maupun upaya bekingan kepada PKL. 

"Makanya kami kumpulkan hari ini, saya ingin Kasatpol PP evaluasi. Kalau betul itu terjadi, tentu kami ambil langkah yang tegas," ungkap Dedie kepada wartawan usai apel. 

Dedie menjelaskan, beberapa kasus sudah ditangani perihal Pungli, bahkan ada yang diberhentikan dan sebagainya. Itu kan bagian dari ketegasan dari Pemkot Bogor. 

"Untuk hal-hal seperti ini, tentu ini menjadi perhatian kami dan harapannya kepada Kasatpol PP, Pak Sekda, untuk evaluasi. Kalau memang ternyata mereka ini sudah tidak bisa membantu kinerjanya Kasatpol PP, tentu jangan membebani Kasatpol PP," jelasnya. 

Dedie menerangkan, dirinya juga meminta petugas Satpol PP terkhusus yang di lapangan harus ada kombinasi antara mental, fisik, kemudian juga memakai otak. Tentu harus seimbang, jangan kemudian nanti karena tugas malam, kemudian lupa untuk berolahraga. 

"Maka kami intruksikan berolahraga rutin, jangan konsumsi makanan yang tidak sehat. Jadi, saya ingatkan untuk seluruh anggota Satpol PP Kota Bogor juga berlatih kebugaran fisik," terangnya. 

Dede memaparkan, tahun ini menjadi tahun evaluasi, karena tidak bisa menunggu lagi. Masyarakat keinginannya Kota Bogor Aman, Sehat, Resik dan Indah atau Asri. Tentu salah satu key performance indicator-nya atau KPI-nya sasaran kerja itu adalah yang terlihat secara kasat mata, Bogor terlihat indah, Bogor tidak ada PKL yang sembarangan dan lain sebagainya. 

"Kalau ada anggota yang memang bukan tempat kerjanya di situ, tidak passion-nya di situ, tentu harus kami geser atau pindah, atau kami berhentikan," pungkasnya. 

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bogor, Pupung W Purnama memaparkan, pihaknya akan mengevaluasi apa yang telah disampaikan oleh Wali Kota Bogor. Akan menjadi atensi Satpol PP.

Pihaknya saat ini masih terus mendalami, karena pihaknya juga sama menerima lapoan. Namun, hingga kini belum ada bukti yang kuat untuk memberikan tindakan.  

"Jadi apabila ada yang punya bukti, entah foto atau video anggota saya menerima pungutan dan sebagainya, bisa disampaikan ke kami. Sanksinya sudah pasti, sanksi berat. Kalau untuk P3K, itu sudah pasti itu pemberhentian. Atau minimal tidak akan dilanjutkan lagi perpanjangan untuk di tahun depan. Kalau untuk yang di ASN-nya, itu sesuai dengan disiplin pegawai aja," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti