Warga Korban Serangan Babi Hutan di Sindangkerta Alami Luka Parah, Satu Orang Dilarikan ke RSHS
Kondisi memprihatinkan dialami empat warga Cipetir Sindangkerta KBB kini dirawat di RSHS lantaran diserang babi hutan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi empat warga Kampung Cipetir, Desa Pasirpogor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat diserang babi hutan kini memperihatinkan.
Pasalnya, kondisi empat warga Sindangkerta tersebut mengalami luka yang cukup serius dan harus mendapat penanganan intensif dari rumah sakit usai diserang babi hutan.
Kapolsek Sindangkerta AKP Yogaswara mengatakan, masing-masing warga yang mengalami luka-luka akibat serangan babi tersebut antara lain Nasruloh, Abun Bunyamin, Asep, dan Azlan Ravindra.
Baca Juga: Kampung Cipetir Panik, Babi Hutan Ngamuk Serang Warga, Empat Orang Terluka
"Luka-lukanya cukup serius, hingga empat warga itu harus mendapat perawatan di rumah sakit," katanya saat dikonfirmasi.
Ia menuturkan, warga yang bernama Nasruloh mendapat perawatan di rumah sakit lantaran mengalami luka pada bagian kaki dan luka akibat gigitan babi hutan tersebut mendapat sebanyak 35 jahitan.
"Warga atas nama Abun Bunyamin mengalami luka pada bagian kaki dan mendapat jahitan sebanyak 25 jahitan di klinik Permata Hati," tuturnya.
Baca Juga: Macan Tutul di Cibalong Garut Ditemukan Pemburu Babi Hutan yang Menghebohkan Diindikasikan Jantan
Sementara Asep, sambung dia, harus mendapat perawatan di Klinik Marisa karena mendapatkan 18 jahitan di kaki dan paha.
"Korban yang lukanya cukup parah, yakni atas nama Azlan Ravindra yang mengalami luka di bagian tangan, perut, dada. Dia mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung," sebutnya.
Pasca kejadian tersebut, terang dia, pihaknya langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya serangan babi lanjutan.
Baca Juga: Tahapan Pemilu 2024 Resmi Dilaunching, Ketua KPU KBB: Mari Kita Kawal Bersama-sama
Ia menyebut, pihaknya pun menurunkan unit Reskrim dan anggota lainnya untuk menyelidiki penyebab terjadinya tersebut.
"Informasi dari warga di hutan dekat galian pasir di wilayah itu memang disinyalir masih banyak babi hutan, makanya ini yang kami waspadai," tandasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


