Waspada Cuaca Ekstrem, DPRD Dorong Pemkot Bandung Cek Pohon dan Tiang Reklame
Akhir-akhir ini cuaca ekstrem melanda Kota Bandung. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung Rieke Suryaningsih meminta Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Akhir-akhir ini cuaca ekstrem melanda Kota Bandung. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung Rieke Suryaningsih meminta Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bahaya dari pohon dan tiang reklame.
Menurutnya, pengecekan terhadap kekokohan pohon dan tiang reklame perlu dilakukan secara menyeluruh. Pasalnya, sejumlah pohon di Kota Bandung dinilai sudah mulai keropos dan rawan tumbang saat terjadi angin kencang.
“Pohon-pohon itu harus benar-benar diperiksa, karena ada yang sudah keropos. Dahan-dahannya juga perlu dicek supaya tidak membahayakan masyarakat,” kata Rieke, Senin (6/4/2026).
Selain itu, dia juga menyinggung rencana pendataan pohon melalui program KTP pohon yang hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, program tersebut penting untuk memetakan kondisi pohon di Kota Bandung.
“Dulu sempat ada rencana KTP pohon, tapi sampai sekarang belum jadi. Padahal itu penting untuk mengetahui kondisi dan usia pohon,” katanya.
Di sisi lain, Rieke mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem. Terutama, ketika suhu udara mencapai lebih dari 34 derajat Celsius.
“Kalau memang cuaca panas sekali, sebaiknya aktivitas dikurangi. Kita juga harus mengukur kemampuan tubuh dalam beradaptasi dengan kondisi cuaca,” tuturnya.
Dia menambahkan, sejumlah wilayah di Kota Bandung juga masih memiliki potensi bencana, seperti banjir saat hujan deras. Meski beberapa titik diklaim sudah mengalami perbaikan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Namun demikian, Rieke menilai persoalan sampah justru menjadi hal yang lebih mengkhawatirkan ke depan, terutama menjelang musim kemarau.
“Yang saya khawatirkan justru sampah. Ini harus segera diolah atau ditangani dengan serius, karena bisa menimbulkan masalah baru,” imnuhnya.
Editor : Doni Ramdhani
