Wellnes Didorong Jadi Peluang Baru Ekonomi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf )/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) Irene Umar mengatakan perkembangan gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan memunculkan peluang besar untukn produk berbasis wellness.
“Kalau kita lihat, salah satu peluang ekonomi kreatif adalah wellness. Ini sangat selaras dengan gaya hidup yang berkembang, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk negara-negara lain,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Selasa (25/8).
Irene melihat tren gaya hidup sehat atau wellness semakin besar, karena Indonesia memiliki kekayaan budaya dan produk lokal yang dapat dikemas menjadi bagian dari pengalaman yang bernilai ekonomi.
Menurut Irene, konsep wellness tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup keseimbangan jiwa, raga, gaya hidup, hingga ritual yang berkembang di masyarakat.
Ia menilai kekayaan lokal seperti jamu dan berbagai minuman tradisional Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari industri wellness. Pengembangan tersebut dapat menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas pasar produk kreatif berbasis budaya.
“Gaya hidup kita terus berubah, dan perhatian terhadap kesehatan semakin meningkat. Kita bisa melihat bagaimana jamu dan berbagai minuman yang ada di sini menjadi bagian dari wellness,” katanya lagi.
Potensi ekonomi tersebut juga tercermin dalam Festival Merah Putih yang memadukan berbagai subsektor kreatif melalui tiga pilar, yakni “Raga”, “Rasa”, dan “Raya”. Rangkaian acara mencakup 5K Fun Walk, kuliner, apresiasi kopi dan teh, produk lokal, seni, budaya, hingga permainan tradisional.
Irene menilai model festival seperti ini dapat menjadi ruang pertemuan antara komunitas, pelaku usaha kreatif, generasi muda, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk membangun ekosistem ekraf yang tidak hanya menghasilkan kegiatan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku lokal.
Managing Director Bimasena Adriel Simorangkir mengatakan Festival Merah Putih merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. (bsf)
Editor : Inilahkoran

