Yunandar Pesimistis Program Petani Milenial Bertahan Lama, Ini Alasannya
Jelang perhelatan pesta demokrasi Komisi II DPRD Jabar pesimistis program petani millenial akan bertahan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira merasa pesimistis, program Petani Milenial dapat bertahan lama dan sesuai dengan tujuan awal yakni menjaga ketahanan pangan.
Ada beberapa indikator yang menjadi alasannya beranggapan demikian soal Petani Milenial, pertama kiprah politik Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat akan berakhir pada 2024 dan belum tentu bertahan sebagai petahana, dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) kelak.
Kedua, target dari program Petani Milenial hanya menjaring lima ribu orang. Sementara kata dia, setiap tahunnya Jawa Barat kehilangan sekitar 100 ribu petani dengan alasan beberapa faktor. Seperti kehabisan modal untuk memulai masa tanam, meninggal dan lainnya.
Baca Juga: Dongkrak Perekonomian, Agro Jabar Genjot Program Petani Milenial
“Melihat program Petani Milenial ini, baru betul-betul efektif berdasarkan anggaran dimulai tahun ini. Sekarang sudah ditata, tetapi yang menjadi masalah tidak lama lagi akan ada pergantian gubernur. Iya kalau bertahan. Kalau tidak, belum tentu gubernur yang baru mau melanjutkan program tersebut,” ujar Yunandar kepada INILAHKORAN baru-baru ini.
“Kemudian targetnya hanya lima ribu orang. Itu juga bukan target sukses menjadi petani milenial, tetapi target yang bisa direkrut. Sementara kan penilaiannya adalah bukan ketika setelah direkrut, tetapi beberapa tahun kemudian. Bertahan atau tidak. Ini jumlahnya sangat sedikit, karena berdasarkan data kita itu Jawa Barat kehilangan hampir 100 ribu petani tiap tahun. Ada yang meninggal, pensiun, tanahnya dijual dan sebagainya,” sambungnya.
Selanjutnya, Yunandar melihat ada beberapa fokus yang melenceng dari tujuan dibuatnya program Petani Milenial. Awalnya kata dia, ditujukan untuk menjaga ketahanan pangan Jawa Barat, seperti beras, daging, telur dan lainnya. Namun dalam perjalanannya bergeser ke tanaman hias yang menurutnya tidak ada hubungan dengan tujuan awal.
Baca Juga: Rektor IPB Apresiasi Program Petani Milenial: Progresif dan Inovatif
“Kedua melenceng dari sasaran awal. Dulu disampaikan tujuannya untuk ketahanan pangan, tetapi dalam perjalanannya malah tanaman bunga hias, sayuran yang tidak ada hubungan dengan ketahanan pangan itu sendiri,” ucapnya.
Dia berharap, program tersebut dapat kembali ke tujuan semula, diterapkan dengan strategi yang tepat, serta sokongan anggaran maksimal. Sehingga jumlahnya bisa bertambah, sesuai kebutuhan Jawa Barat pada saat ini dan nanti. (Yuliantono)
Editor : inilahkoran


