27 Keluarga Menanti Hunian Baru:
DUA tahun berlalu sejak longsor Kampung Gintung. Kini, 27 keluarga penyintas mulai menanti rumah baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Lebih dari dua tahun berlalu sejak longsor menimbun Kampung Gintung, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Bagi 27 keluarga penyintas, penantian untuk memiliki rumah yang aman akhirnya mulai menemukan titik terang.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kini mempercepat penyiapan lahan hunian tetap (huntap) bagi mereka. Lahan seluas sekitar 3.600 meter persegi di Kampung Bojong Huni, Desa Cibenda, telah dibebaskan pemerintah daerah dan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi longsor.
Tahap berikutnya adalah pekerjaan cut and fill untuk membentuk dan memperkuat kontur tanah sebelum rumah dibangun.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Bandung Barat Anni Roslianti mengatakan dokumen lelang pekerjaan tersebut sedang disiapkan.
“Kan sudah dibeli sama Pemda, sekarang mau lelang cut and fill. Baru mau proses lelang. Targetnya penyelesaian tiga bulan,” katanya, Minggu (9/8), seperti dikutip dari ANTARA.
Penyiapan lahan menjadi tahap penting sebelum pembangunan rumah dimulai. Setelah kontur tanah dinyatakan siap dan stabil, sebanyak 27 unit huntap akan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Untuk relokasi rumahnya itu ada 27 KK (kepala keluarga). Kalau yang membangun itu nanti BNPB, kami bagian pengadaan lahan dan cut and fill,” ujar Anni.
Lahan relokasi tersebut bukan dipilih begitu saja. Pemerintah sebelumnya melakukan studi kelayakan dan kajian keamanan, termasuk melalui Badan Geologi. Proses pengadaan lahan dilakukan sejak 2025 melalui penyusunan dokumen hingga penilaian harga oleh tim appraisal.
Kepala Desa Cibenda Abdul Rohman mengatakan sebelumnya ada dua lahan milik warga yang diajukan sebagai calon lokasi relokasi. Setelah melalui kajian, pemerintah menetapkan lahan di Kampung Bojong Huni sebagai lokasi huntap.
“Ada 27 rumah, sisa lahan untuk fasilitas umum seperti masjid, sarana pengajian, madrasah dan jalan. Pembebasan lahan sama Pemkab,” kata Abdul.
Rumah-rumah baru itu kelak bukan hanya menjadi tempat tinggal. Di kawasan tersebut juga disiapkan ruang untuk fasilitas umum agar kehidupan warga dapat kembali tumbuh seperti sebelumnya.
Relokasi ini merupakan bagian dari penanganan longsor yang menerjang Kampung Gintung pada 24 Maret 2024. Bencana tersebut merusak berat 25 rumah dan berdampak terhadap sejumlah rumah lainnya. Sepuluh orang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
Kini, tanah di Bojong Huni sedang dipersiapkan menjadi tempat baru untuk memulai kehidupan. Setelah pekerjaan cut and fill selesai dalam target tiga bulan, pembangunan 27 rumah diharapkan segera menyusul. (gin)
Editor : Inilahkoran


