290 RTLH Ditargetkan Bisa Diperbaiki Tahun Ini, Pemda KBB Bakal Alokasikan Rp15 Juta per Rumah
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan perbaikan ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2023 ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan perbaikan ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2023 ini.
Rencananya, sebanyak 290 RTLH yang bakal diperbaiki dan anggarannya dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB.
"Pertengahan tahun ini kita bakal mulai melaksanakan pengerjaan fisik RTLH," kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) KBB, Ade Zakir kepada wartawan di Ngamprah.
Awal tahun ini, jelas Ade, pihaknya tengah melaksanakan proses pengkajian dan setelah beres pihaknya bakal melangkah pada tahap pengerjaan fisik di lapangan.
"Anggaran perbaikan RTLH dialokasikan sebesar Rp15 juta per rumah," jelasnya.
Ia menyebut, sasaran RTLH tersebar di 16 kecamatan. Sementara untuk perbaikan dilaksanakan secara bertahap diprioritaskan bagi rumah yang kondisinya paling parah.
"Masih banyak rumah di KBB yang masuk RTLH, totalnya sekitar 17.000 dan tidak mungkin sekaligus diperbaiki, tapi dilakukan secara bertahap," sebutnya.
Ia menilai, berat jika semua perbaikan RTLH hanya mengandalkan APBD KBB. Oleh karenanya, pihaknya mencoba anggaran baik ke provinsi dan pemerintah pusat.
"Tahun ini ada 88 RTLH yang akan diperbaiki melalui APBD Provinsi Jabar. Kita coba tahun depan jumlah bantuan dari provinsi dan pusat jauh lebih banyak," ujarnya.
Lebih jauh ia menuturkan, program perbaikan RTLH tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mencapai standar hidup yang layak terutama dalam pemenuhan kebutuhan papan, salah satunya perumahan.
"Kami berharap dengan tempat tinggal yang layak, secara otomatis kesehatan masyarakat jadi lebih terjaga," tuturnya.
Sebab, tambah dia, jika kondisi rumah yang baik, juga bisa membuat penghuninya merasa nyaman.
"Nyaman untuk belajar, nyaman untuk berkumpul dengan keluarga dan tentunya bisa membuat pikiran jadi lebih jernih dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," tukasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


