4.500 Siswa dari 40 SMK di Jawa Barat Ikuti Pelatihan Vokasi

Sebanyak 4.500 siswa dari 40 SMK di Kabupaten Subang, Purwakarta, dan Karawang dari mengikuti pelatihan vokasi yang berkolaborasi dengan dunia industri. Pelatihan yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) akan berlangsung hingga Mei 2025 mendatang.

4.500 Siswa dari 40 SMK di Jawa Barat Ikuti Pelatihan Vokasi
Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat membuka pelatihan vokasi yang diikuti 4.500 siswa dari 40 SMK di Kabupaten Subang, Purwakarta, Karawang, Selasa, 22 April 2025. (Foto Istimewa)

INILAHKORAN,Bandung- Sebanyak 4.500 siswa dari 40 SMK di Kabupaten Subang, Purwakarta, dan Karawang dari mengikuti Pelatihan Vokasi yang berkolaborasi dengan dunia industri. Pelatihan vokasi bagi 4.500 siswa tersebut dibuka langsung Plt Kadisdik Jabar Deden Saepul Hidayat, Selasa, 22 April 2025. Rencananya, pelatihan tersebut dilaksanakan sejak April hingga Mei 2025 mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Disdik Jabar, Edy Purwanto menjelaskan, peserta pelatihan ini terdiri dari siswa teknik otomotif, teknik elektro industri, teknik otomasi industri, teknik pemesinan, dan teknik welding (pengelasan). 

"Dengan penghitungan setiap kompetensi berjumlah 900 siswa, 300 siswa setiap kompetensi keahlian dan per kabupaten," ungkapnya saat menghadiri Pembukaan Pelatihan Vokasi di SMKN 1 Subang, Selasa, 22 April 2025.

Pelatihan vokasi, lanjutnya, bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan agar selaras dengan kebutuhan industri. "Pelatihan vokasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan akademik, menciptakan lulusan siap kerja serta memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan dunia industri," terangnya.

Ia menjelaskan, pelatihan vokasi di wilayah Cirebon, Patimban, Kertajati, dan sekitarnya (Rebana) ini dilatarbelakangi faktor perkembangan ekonomi, kebutuhan tenaga kerja serta peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) di kawasan tersebut.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat mengajak semua pihak untuk turut mengawal agar para peserta pelatihan vokasi hingga diterima kerja. "Mari kawal anak-anak ini sampai diterima kerja. Kita latih kompetensinya, kita seleksi sampai mereka siap langsung diterima di industri," ajaknya.

Deden menegaskan, selain kompetensi, ada dua hal penting lain yang harus dimiliki siswa agar mampu bersaing, yakni tubuh dan pikiran yang sehat serta berkarakter kuat. "Kita harus sedikit demi sedikit mulai meninggalkan sikap, seperti ngelehan dan pundungan. Maka, pelatihan vokasi ini juga memberikan pelajaran tentang pendidikan karakter," tuturnya.

Senada, Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Arie Wibowo Khurniawam menegaskan, pelatihan vokasi ini harus menjamin seluruh peserta diterima kerja di perusahaan. Selain itu, ia mendorong pihak industri untuk lebih cepat memberikan sinyal kepada SMK tentang kebutuhan tenaga kerja agar SMK bisa menyiapkan kualifikasi lulusannya.

Lebih penting, lanjut Arie, kompetensi keahlian guru pun harus menjadi fokus utama. "Program seperti ini bagus untuk siswa, tapi jangan lupakan gurunya. Ada banyak guru vokasi yang sudah tua, pensiun, dan penggantinya belum siap," terangnya. 

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Disdik Jabar, Edy Purwanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Budi Hermawan, kepala sekolah serta perwakilan peserta pelatihan.***


Editor : Ghiok Riswoto