5 Manfaat Jamur Shiitake untuk Kesehatan, Bagus untuk Memperkuat Tulang
Ada 5 manfaat kesehatan dari konsumsi Jamur Shiitake, salah satunya bagus untuk kesehatan tulang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jamur Shiitake adalah jamur yang dapat dimakan dan berasal dari Asia Timur.
Warnanya cokelat muda hingga cokelat tua, dengan tudung yang tumbuh antara 5 cm hingga 10 cm.
Meskipun biasanya dimakan seperti sayuran, shiitake adalah jamur yang tumbuh secara alami pada pohon kayu keras yang membusuk.
Sekitar 83% Jamur Shiitake ditanam di Jepang, meskipun Amerika Serikat, Kanada, Singapura, dan Cina juga memproduksinya.
Jamur Shiitake rendah kalori dan mengandung banyak vitamin, mineral, dan senyawa tumbuhan bioaktif.
Manfaat Jamur Shiitake
1. Bantu Kesehatan Jantung
Beberapa senyawa dalam Jamur Shiitake membantu menurunkan kolesterol dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung .
2. Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Mengonsumsi Jamur Shiitake secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
3. Mengandung senyawa dengan Potensi Aktivitas Antikanker
Lentinan adalah polisakarida yang terdapat dalam Jamur Shiitake yang mungkin dapat membantu melawan kanker.
4. Efek Antibakteri dan Antivirus yang Menjanjikan
Beberapa senyawa dalam Jamur Shiitake memiliki efek antibakteri, antivirus, dan antijamur. Karena resistensi antibiotik semakin meningkat, beberapa ilmuwan berpendapat penting untuk mengeksplorasi potensi antimikroba dari Jamur Shiitake.
Meskipun demikian, sementara senyawa yang diisolasi menunjukkan aktivitas antimikroba dalam tabung reaksi, mengonsumsi Jamur Shiitake kemungkinan besar tidak akan berpengaruh pada infeksi virus, bakteri, atau jamur pada manusia.
5. Dapat Memperkuat tulang
Jamur adalah satu-satunya sumber vitamin D alami dari tumbuhan. Tubuh Anda membutuhkan vitamin D untuk membangun tulang yang kuat, namun sangat sedikit makanan yang mengandung nutrisi penting ini.
Kadar vitamin D pada jamur bervariasi tergantung pada cara budidayanya. Saat terpapar sinar UV, jamur akan menghasilkan kadar senyawa ini yang lebih tinggi.***
Editor : Irma Nurfajri


