8 Kebijakan Baru Makan Bergizi Gratis: BGN Pangkas 8 Juta Penerima
Badan Gizi Nasional (BGN) merilis 8 kebijakan baru program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai dari pangkas 8 juta penerima SMA mampu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) bersiap melakukan langkah efisiensi dan pengetatan besar-besaran terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depannya.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan sejumlah poin evaluasi strategis demi memastikan program nasional ini berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan hemat anggaran.
Mulai dari pemangkasan jumlah penerima hingga penggabungan dapur umum, berikut adalah 8 arah kebijakan baru program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang wajib diketahui:
1. Penyaluran Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah
BGN memutuskan untuk menyetop sementara distribusi makanan gratis selama masa libur sekolah. Langkah ini diambil untuk menghindari pemborosan anggaran dan memastikan logistik makanan hanya disalurkan aktif saat kegiatan belajar mengajar berjalan.
2. Fokus Utama: Ibu Hamil, Menyusui, Balita, dan PAUD
Prioritas tertinggi penerima manfaat program gizi ini akan digeser secara masif untuk memperkuat fondasi seribu hari pertama kehidupan. BGN akan memfokuskan pemenuhan gizi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak-anak di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
3. Siswa SMA Mampu Dicoret, Kurangi 8 Juta Penerima
Dalam rangka efisiensi anggaran, BGN berencana mengeluarkan kategori siswa SMA dari keluarga mampu dari daftar penerima manfaat. Kebijakan pengetatan ini diperkirakan akan mengurangi sekitar 8 juta jumlah penerima program MBG secara nasional.
4. Insentif Dapur Tidak Lagi Flat
Sistem penganggaran untuk operasional dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diubah. Insentif dapur tidak lagi bernilai sama rata (flat), melainkan disesuaikan secara proporsional berdasarkan jumlah penerima yang dilayani serta kualitas hidangan yang disajikan.
5. Dapur Kecil Bakal Digabung atau Ditutup
Guna menekan biaya operasional dan menjaga standardisasi mutu, manajemen dapur akan diperketat. Dapur-dapur umum berskala kecil yang dinilai kurang efektif secara operasional akan digabungkan (merger) dengan dapur lain atau ditutup secara permanen.
6. Maksimalkan Aset 2025, Stop Beli Baru
BGN memastikan tidak akan ada belanja modal besar-besaran untuk peralatan kerja baru dalam waktu dekat. Lembaga ini diinstruksikan untuk memanfaatkan secara maksimal aset yang sudah dibeli pada tahun 2025 lalu, seperti sepeda motor operasional, laptop, dan perangkat pendukung lainnya.
7. Pegawai BGN Dilarang Berbisnis di SPPG
Demi menjaga integritas dan mencegah terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest), BGN mengeluarkan larangan keras bagi seluruh pegawainya. Pegawai BGN diharamkan memiliki kepentingan bisnis atau terlibat dalam proyek pengadaan di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
8. Data Penerima MBG Dibuka Transparan ke Publik
Sebagai bentuk akuntabilitas, BGN berkomitmen untuk membuka data seluruh penerima program Makan Bergizi Gratis secara transparan kepada publik ke depannya. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan pengawasan bersama agar program terhindar dari penyalahgunaan.
Editor : Firda Rachmawati


