Ahmad Sahroni Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Nenek yang Diduga Mencuri Bawang di Boyolali
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengecam keras tindakan kekerasan terhadap seorang nenek paruh baya di Boyolali yang viral usai dipukuli warga karena dituduh mencuri bawang putih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengecam keras tindakan kekerasan terhadap seorang nenek paruh baya di Boyolali yang viral usai dipukuli warga karena dituduh mencuri bawang putih.
Dalam video yang beredar, tampak sang nenek bersimbah darah, dengan wajah penuh luka dan pakaian yang berlumuran darah.
Melalui akun media sosialnya, Sahroni menyatakan bahwa sekalipun benar ada kesalahan yang dilakukan, tindakan main hakim sendiri sama sekali tidak dibenarkan. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk premanisme yang tak berperasaan.
"Kalau memang benar dia salah, wajib ditegur. Bukan dengan cara premanisme begini," tulis Sahroni.
Politikus NasDem itu juga menyayangkan sikap warga yang tidak menunjukkan empati terhadap orang tua.
"Benar-benar nggak ada perasaan banget sama orang tua," lanjutnya.
Lebih lanjut, Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan terhadap nenek tersebut.
Ia secara khusus menandai akun Divisi Humas Polri dalam unggahannya sebagai bentuk dorongan agar proses hukum segera ditegakkan.
"Wajib ditangkap pelaku yang telah memukul si nenek kalau begini," tegas Sahroni.
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita paruh baya menjadi korban amukan massa di Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Ia dituduh mencuri bawang putih seberat dua kilogram dan langsung diamankan oleh warga yang kemudian bertindak anarkis.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak kondisi memprihatinkan nenek yang diketahui bernama Suparni tersebut.
Wajahnya dipenuhi luka dan darah yang mengalir membasahi jilbab serta pakaian yang dikenakannya. Lantai pasar di sekitar lokasi kejadian pun tampak berlumuran darah.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas wanita tersebut maupun kronologi lengkap kejadian. Namun insiden ini memicu reaksi beragam dari publik, terutama soal tindakan main hakim sendiri yang dinilai berlebihan.
Editor : Firda Rachmawati


