Aktivis Cirebon Timur Tuding Pabrik Besar Abaikan Tenaga Kerja Lokal
Aktivis dan pemerhati sosial di wilayah Cirebon Timur menyuarakan kegelisahan publik terkait keberadaan puluhan pabrik yang berdiri dan beroperasi di kawasan Cirebon Timur. Namun keberadaan pabrik pabrik besar tersebut, dinilai belum memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN. ID – aktivis dan pemerhati sosial di wilayah Cirebon Timur menyuarakan kegelisahan publik terkait keberadaan puluhan pabrik yang berdiri dan beroperasi di kawasan Cirebon Timur. Namun keberadaan pabrik pabrik besar tersebut, dinilai belum memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat lokal.
Hal tersebut dikatakan aktivis dan tokoh Cirebon Timur, Dade Mustofa Efendi. Menurutnya, banyak pabrik yang justru lebih mengutamakan tenaga kerja dari luar daerah. Sementara potensi dan hak warga lokal untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak kerap terpinggirkan.
“Wilayah ini tumbuh dengan industri dan investasi besar, tetapi masyarakat lokal justru hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Tingkat pengangguran masih tinggi, sementara lowongan kerja seolah tak dapat diakses oleh anak-anak muda Cirebon Timur,” tegas pria yang akrab dipanggil Kang Dade, Rabu 26 November 2025.
Dade mengaku sering menerima keluhan adanya indikasi praktik mafia ketenagakerjaan. Mereka diduga memungut uang dengan kisaran Rp3 hingga 5 juta sebagai syarat agar seseorang bisa diterima bekerja di pabrik-pabrik tertentu.
“Kami menerima banyak laporan dari warga yang dimintai pungutan, dengan dalih ‘uang administrasi’ agar bisa segera masuk kerja. Ini sudah termasuk tindakan pungli dan eksploitasi ekonomi masyarakat kecil. Bahkan oknum tertentu seperti menjadi HRD bayangan menerima dan menyalurkan calon tenaga kerja dengan memungut uang pelicin" paparnya.
Ironisnya, berbagai indikasi ini terkesan dibiarkan oleh instansi terkait yang dianggap tutup mata. Manajemen perusahaan pun belum menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Untuk itu, Dade mendesak Pemerintah Kabupaten dan instansi ketenagakerjaan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Disamping itu, harus ada penindakan tegas para pelaku pungli, serta mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk memberi prioritas nyata kepada tenaga kerja lokal.
“Kami akan terus bersuara agar warga Cirebon Timur benar-benar diperhatikan. Industri harus hadir memberi manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru menjadi sumber ketidakadilan baru," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti


