Diduga Korsleting, Pabrik Gantungan Baju di Kota Tasikmalaya Ludes Terbakar
Sebuah pabrik pembuatan gantungan baju di Jalan Sindanggalih, Kampung Kebon Kelapa, Kel Mulyasari, Kec Tamansari, Kota Tasikmalaya hangus dilalap si jago merah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah pabrik pembuatan gantungan baju di Jalan Sindanggalih, Kampung Kebon Kelapa, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya hangus dilalap si jago merah.
kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar saat kobaran api sudah membesar dari dalam bangunan pabrik sekitar pukul 18.30 WIB, Minggu (10/5/2026). Asap hitam pekat membumbung tinggi dan memicu kepanikan warga karena khawatir api merembet ke permukiman.
“Pas terlihat, apinya sudah besar. Warga langsung panik takut merembet ke rumah,” ujar Ahmad (30), warga setempat.
Sejumlah warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun, banyaknya material mudah terbakar di dalam pabrik membuat kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Suara letupan dari dalam bangunan juga sempat terdengar dan membuat suasana semakin mencekam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan beserta peralatan produksi dilaporkan musnah terbakar.
Komandan Regu 1 Damkar Kota Tasikmalaya Supriatna mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.00 WIB. Usai menerima informasi lokasi dan kondisi kebakaran, petugas langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
“Begitu menerima laporan dan titik lokasi, kami langsung bergerak ke lokasi dengan dua unit mobil pemadam,” kata Supriatna.
Menurutnya, bangunan yang terbakar merupakan tempat produksi hanger berbahan kayu. Saat petugas tiba, api sudah membakar hampir seluruh bagian bangunan lantaran banyak terdapat bahan yang mudah terbakar seperti lem dan tumpukan hasil produksi.
“Di dalam bangunan terdapat banyak material mudah terbakar, termasuk lem dan produk yang sudah siap dikemas,” jelasnya.
Petugas pemadam harus melakukan proses pemadaman sekaligus pendinginan karena api masih terus muncul di beberapa bagian bangunan.
“Api masih menyala di bagian tertentu sehingga kami lakukan pendinginan agar tidak kembali membesar,” ucapnya.
Terkait penyebab kebakaran, Damkar masih melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, api bisa berasal dari openan maupun korsleting listrik dari mesin produksi yang berada di dalam bangunan.
“Penyebab pastinya belum diketahui. Dugaan sementara bisa dari openan atau korsleting listrik karena ada mesin dinamo dan kompresor di dalam,” tambah Supriatna.
Akibat kejadian tersebut, seluruh bangunan pabrik berikut isi dan peralatan produksi hangus terbakar. Meski demikian, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa itu.
Editor : Doni Ramdhani


