Antisipasi Hepatitis Akut di Lingkungan Sekolah, Disdik Cimahi Imbau Siswa Bawa Bekal dari Rumah

Disdik Cimahi mengeluarkan kebijakan para siswa agar dibekali makanan dari rumah untuk antisipasi penyebaran hepatitis akut

Antisipasi Hepatitis Akut di Lingkungan Sekolah, Disdik Cimahi Imbau Siswa Bawa Bekal dari Rumah
Kadisdik CImahi Harjono mengimbau orang tua siswa membakan bekal makanan bagi anaknya untuk menghindari penularan hepatitis akut di sekolah.

INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi meminta para orang tua agar membekali anaknya makanan dari rumah pada saat pergi ke sekolah. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penularan hepatitis akut.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cimahi, Harjono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dirinya bahwa salah satu penularan hepatitis akut secara misterius bersumber dari makanan.

Menurutnya, termotivasi akan hal itu pihaknya meminta orang tua agar membekali makanan, termasuk peralatan makan dari rumah untuk mengantisipasi penularan hepatitis akut.

Baca Juga: SMKN 1 Cimahi Sambut Baik untuk Longgarkan Penggunaan Masker

"Langkah antisipasi yang bisa kami lakukan di lingkungan pendidikan dengan mengimbau anak-anak agar membawa bekal dari rumah," katanya.

Ia mengimbau, agar para siswa tidak perlu belanja dari luar, membeli makanan di kantin atau pedagang.

"Karena faktanya sekolah di kita banyak pedagang di luar," ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya bakal tetap memperbolehkan kantin buka, namun untuk mencegah penularan penyakit hepatitis akut secara maksimal maka kantin bakal dibatasi, yakni hanya 75 persen saja.

Baca Juga: Disdik Cimahi Minta Sekolah Perketat Protokol Kesehatan

"Kalau kantin ditutup tidak mungkin karena bertentangan dengan SKB 4 Menteri. Akhirnya kantin dibatasi hanya 75 persen," sebutnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini mengatakan, pihaknya telah menyebarluaskan informasi mengenai penyakit hepatitis akut kepada Puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Apabila ditemukan ada anak-anak atau pasien yang bergejala serupa untuk segera dilakukan tindakan sesuai arahan Kemenkes," ujarnya.

Sejauh ini, sebut dia, belum ada warga Kota Cimahi yang dilaporkan terkena hepatitis secara misterius. Namun pencegahan bakal tetap dilakukan.

Baca Juga: Kasus Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Bertambah, Ini Jumlahnya

"Harapannya ya jelas jangan sampai kasus tersebut masuk ke Cimahi," imbuhnya.

Ia menuturkan, yang akan menjadi salah satu fokus perhatian perhatian adalah anak sekolah di Kota Cimahi.

"Berdasarkan informasi, hepatitis akut tersebut lebih rentan terkena penyakit anak di bawah 16 tahun," tuturnya.

Guna meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, pihaknya meminta masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga: Hepatitis Akut Belum Masuk ke Cimahi, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

"Tetap cuci tangan, menjaga kebersihan, makan sehat dan bergizi, diusahakan orang tua memberikan bekal anak dari rumah," sebutnya.

Ia menambahkan, apabila merasakan gejala seperti mual hingga muntah, diare yang hebat diminta untuk segera melakukan pemeriksaanebih lanjut.

"Jangan takut untuk dibawa ke faskes atau rumah sakit," tandasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran