Hepatitis Akut Belum Masuk ke Cimahi, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan belum ada warganya yang terkena hepatitis akut secara misterius
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan belum ada warganya yang terkena hepatitis akut secara misterius.
Kendati demikian, Dinkes Kota Cimahi bakal melakukan pembahasan langkah-langkah untuk mengantisipasi penularan hepatisis akut atau hepatitis misterius yang sudah merebak di Indonesia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit Pengendalian Menular Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini mengatakan, pihaknya pun bakal menyebarluaskan informasi mengenai penyakit akut tersebut kepada Puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Wiwin Setiani Asal Padalarang Mulai Titik Terang, Begini Penjelasan Kapolres Cimahi
"Kalau menemukan ada anak-anak atau pasien yang bergejala serupa untuk segera dilakukan tindakan sesuai arahan Kemenkes ," katanya.
Kendati belum ditemukan kasus hepatitis akut, namun pihaknya bakal tetap melakukan upaya pencegahan.
"Yang jelas jangan sampai kasus tersebut masuk ke Cimahi," ujarnya.
Baca Juga: Waspadai Hepatitis Akut di Cimahi, Ngatiyana Bakal Cari Informasi yang Akurat
Ia menyebut, pihaknya bakal memfokuskan perhatian pada anak-anak sekolah yang ada di Kota Cimahi. Pasalnya, berdasarkan informasi, hepatitis akut tersebut lebih rentan terkena penyakit anak di bawah 16 tahun.
"Rencananya kami bakal memperluas jangkauan pencegahan ke sekolah-sekolah," ujarnya.
Apalagi, sambung dia, saat ini aktivitas pembelajaran sudah dibuka kembali usai libur lebaran.
"Kita belum tahu penyebabnya dari virus yang mana. Melihat beritanya ada kejadian di Indonesia, maka diperlukan kewaspadaan," imbuhnya.
Baca Juga: Jalur Lembang Semakin Padat, Polres Cimahi Berlakukan Pengalihan Arus
Ia pun meminta, seluruh masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Tetap cuci tangan, menjaga kebersihan, makan sehat dan bergizi, diusahakan orang tua menyiapkan bekal untuk anak dari rumah," bebernya.
Ia menambahkan, apabila warga merasakan gejala seperti mual hingga muntah, diare yang hebat maka segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Jangan takut untuk datang ke faskes atau rumah sakit," tandasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


