Antisipasi Kemarau, Inilah Langkah Konkret Pemkot Tasikmalaya untuk Warga

Penguatan antisipasi menghadapi musim kemarau menjadi perhatian Pemkot Tasikmalaya. Sejumlah langkah antisipatif disiapkan untuk mengurangi dampak kekeringan.

Antisipasi Kemarau, Inilah Langkah Konkret Pemkot Tasikmalaya untuk Warga
Viman meminta seluruh perangkat kewilayahan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, hingga RT, RW, dan DKM ikut berperan dalam memastikan ketersediaan air dari berbagai sumber di lingkungan masyarakat apabila terjadi kekeringan. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Penguatan antisipasi menghadapi musim kemarau menjadi perhatian Pemkot Tasikmalaya. Sejumlah langkah antisipatif disiapkan untuk mengurangi dampak kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengaku pihaknya telah menggelar rapat koordinasi sejak April 2026. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut prediksi musim kemarau dari BMKG. Hasilnya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) diminta melakukan antisipasi sesuai tugas masing-masing.

"BPBD diminta memetakan wilayah-wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Selain itu, kami memastikan seluruh fasilitas penyediaan air, termasuk SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang sudah dibangun, dapat berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat," ujar Viman, Senin (6/7/2026).

Di sektor pertanian, Pemkot Tasikmalaya juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy guna menjamin ketersediaan air irigasi. Salah satunya melalui penambahan suplai air ke aliran Sungai Cikunten yang sebelumnya hanya mengalir empat hari dalam sepekan selama sekitar 20 jam.

"Alhamdulillah setelah berkoordinasi dengan BBWS, sekarang suplai air diberikan setiap hari sehingga kami memastikan sawah-sawah produktif tetap terairi dengan baik," katanya.

Selain itu, Viman meminta seluruh perangkat kewilayahan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, hingga RT, RW, dan DKM ikut berperan dalam memastikan ketersediaan air dari berbagai sumber di lingkungan masyarakat apabila terjadi kekeringan.

Dia menegaskan, langkah antisipasi tersebut mencakup aspek penyediaan air bersih, pengamanan ketahanan pangan, serta pemetaan titik-titik yang berpotensi mengalami kekeringan.

Dari sisi anggaran, Viman memastikan penanganan dampak musim kemarau menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan 19 titik SPAM pada tahun ini merupakan bentuk keberpihakan anggaran untuk menghadapi potensi kekeringan, disertai optimalisasi saluran irigasi yang ada.

"Pembangunan SPAM dan aktivasi saluran irigasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani