Bandung Raya Masih Diguyur Hujan, BMKG Prediksi Awal Juni Masuk Musim Kemarau

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung memprediksi, Bandung Raya masih diguyur hujan hingga akhir Mei ini.

Bandung Raya Masih Diguyur Hujan, BMKG Prediksi Awal Juni Masuk Musim Kemarau
Diperkirakan, peralihan transisi ke musim kemarau baru akan terjadi pada awal Juni mendatang. Ini dikatakan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu, dalam keterangannya, Rabu 21 Mei 2025. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung memprediksi, Bandung Raya masih diguyur hujan hingga akhir Mei ini.

Diperkirakan, peralihan transisi ke musim kemarau baru akan terjadi pada awal Juni mendatang. Ini dikatakan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu, dalam keterangannya, Rabu 21 Mei 2025.

Ayu mengatakan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer laut saat ini, suhu permukaan laut di wilayah Indonesia masih hangat dan Madden Julian Oscilation (MJO pada fase maritim continent). Dua hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya.

"Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga sepekan kedepan," ujarnya.

Saat ini sebagian wilayah Jawa Barat termasuk wilayah Bandung Raya sambung Ayu, masih dalam periode musim hujan. Namun untuk sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu saat ini sudah memasuki masa peralihan menuju awal musim kemarau.

"Prakiraan awal musim kemarau 2025 adalah pada Dasarian I - III Juni 2025 untuk sebagian besar wilayah Jawa Barat. Wilayah Bandung Raya diprediksi memasuki masa peralihan di awal Juni 2025," ucapnya.

Pada fase ini, BMKG tetap mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai musim hujan, sebab diperkirakan akan terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang pada sore, malam dan dini hari.

"Serta tetap mewaspadai potensi genangan, banjir dan tanah longsor, dan selalu mengupdate informasi cuaca, iklim dan gempa bumi dari media sosial resmi BMKG dan aplikasi infoBMKG," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani