UM Bandung Membongkar Kiat Tembus Jurnal Terindeks Scopus dan Web of Science

UM Bandung membongkar Kiat Tembus Jurnal Terindeks Scopus dan Web of Science dalam webinar dengan narasumber Ardi Gunardi.

UM Bandung Membongkar Kiat Tembus Jurnal Terindeks Scopus dan Web of Science
Tangkapan layar webinar saat Ardi Gunardi, dosen Universitas Pasundan, membongkar kiat Tembus Jurnal Tembus Jurnal Terindeks Scopus dan Web of Science.

INILAHKORAN, Bandung - Penelitian merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan memiliki publikasi yang bertaraf internasional diharapkan dapat menciptakan hasil riset yang bermanfaat dan terarah sehingga dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Melihat hal itu, Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), menggelar webinar bertema Kiat Menembus Jurnal Terindeks Scopus dan WoS (Web of Science).

Webinar tersebut merupakan upaya mendukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kompetensi dosen Indonesia, peneliti, dan stakeholders menuju jurnal ilmiah bereputasi internasional.

Baca Juga: Mantul Nih, Dishub Kota Bandung Tambah Satu Bandros Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ardi Gunardi yang merupakan dosen Universitas Pasundan (Unpas), editorial board pada 8 jurnal bereputasi internasional dan reviewer pada 15 jurnal bereputasi internasional.

Ardi mengajak peserta mengenal perangkat riset dan publikasi ilmiah, mengapa publikasi di jurnal menjadi penting, alur indeksasi artikel di Scopus dan WoS, cara pandang tentang menulis artikel ilmiah, dan persiapan sebelum publikasi di jurnal bereputasi.

”Publikasi ilmiah yang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi merupakan media bagi akademisi untuk membangun reputasi individu dan institusi tempatnya mengabdi,” kata Ardi, Senin 6 September 2021.

Baca Juga: Menyejukkan, UM Bandung Gelar Vaksinasi Lintas Agama

Ardi juga membagikan pengalamannya sebagai reviewer dan pengelola jurnal. Ardi mengatakan, ”Change your mindset, change your life.”

Hal lain yang sangat penting diketahui dan dipahami akademisi dan praktisi, kata Ardi, yakni mengenal bagaimana tahapan publikasi artikel di jurnal bereputasi internasional.

Dia memaparkan ada tujuh tahapan publikasi artikel di jurnal bereputasi internasional yang harus dipahami.

Baca Juga: Oded M Danial Minta Jangan Pertentangkan Agama dengan Pancasila

Pertama, do not rush submitting your article for publication. Kedua, select an appropriate publication outlet. Ketiga, read the aims and scope and author guidelines of your target journal carefully.

Keempat, make a good first impression with your title and abstract. Kelima, have a professional editing firm copy-edit (not just proofread) your manuscript, including the main text, list of references, tables, and figures.

Keenam, submit a cover letter with the manuscript. ”Adapun yang ketujuh, yakni address reviewer comments very carefully,” tandas Ardi.

Baca Juga: DPRD Bandung Desak PTM Terbatas Ditunda Sementara, Apa Alasannya?

Dia juga menjelaskan alasan mengapa artikel ditolak reviewer dan editor jurnal serta pentingnya research collaborations (kolaborasi penelitian). Ardi menekankan bahwa publikasi yang baik adalah yang dapat benar-benar bermanfaat bagi bangsa.

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto memberikan motivasi dan dorongan agar tidak kenal lelah dalam mencoba.

Herry memompa semangat para akademisi untuk terus tidak kenal lelah mencoba menulis dan memublikasikan paper pada jurnal yang bereputasi tinggi seperti jurnal yang terindeks Scopus dan WoS (Web of Science).

“Ini salah satu bentuk syiar bahwa ilmu pengetahuan didiseminasikan, disebarluaskan, dan kebenaran disampaikan. Dengan begitu, kita dapat enrich people dengan pencerahan dan bisa memberikan insight (wawasan) yang dapat menjadi paradigma baru menghasilkan simpulan yang berguna untuk peningkatan mutu, efektivitas dalam manajemen, baik di bisnis, pemerintahan, maupun organisasi sosial,” katanya.

Dia mengatakan bahwa Program Studi Akuntansi mempunyai peran yang sangat sentral agar organisasi accountable dan auditable. Dengan demikian, bisa bertanggung jawab mengelola sumber daya.

Exchange information, pemikiran, dan hal-hal baru melalui jurnal adalah sangat penting. Tantangan publikasi tidak mudah, tetapi semua dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan semangat dan konsistensi, insyaallah kita tidak terbebani untuk meningkatkan jenjang akademik,” tutur Herry.

Dia berharap, webinar ini dapat jadi media mengembangkan gagasan, ide-ide yang khas untuk membangun pola berpikir yang dapat digali dari aktivitas keseharian.

”Mudah-mudahan publikasi kita semua dapat meningkat tajam, keberadaan kita dapat bermanfaat bagi orang lain, dan meningkatkan kontribusi untuk kemajuan bangsa serta negara,” pungkasnya. (okky adiana).***


Editor : inilahkoran