Kota Bandung Akan Lakukan Tes Antigen ke 200 Sekolah
Wali Kota Bandung Oded M Danial akan melakukan rapid tes antigen secara acak ke siswa dan guru di 200 sekolah pada Oktober ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, 200 dari total 2.005 sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akan melakukan rapid tes antigen secara acak ke siswa dan guru pada pekan Oktober ini.
"Itu 10 persen dari sekolah yang diizinkan PTM. Nanti hasil random itu di bawah satu persen di-tracing, dia kontak erat dengan siapa. Kalau hasil satu sampai lima persen, satu rombongan belajar yang di-tracing. Kalau di atas lima persen sekolah ditutup," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Jumat 1 Oktober 2021.
Menurutnya, kurang lebih 200 sekolah yang di-sampling akan dilakukan rapid tes antigen. Sedangkan jumlah siswa yang akan di-sampling masih dalam proses pendataan Dinas Pendidikan (Disdik). Ada pun pelaksanaan rapid tes antigen, akan dilaksanakan secepat mungkin.
Baca Juga: Persiapan PTM, Kota Bandung Tak Akan Gelar Simulasi
Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, Disdik Kota Bandung telah ditugaskan segera melaksanakan rapid tes antigen secara acak tersebut. Sejauh ini, pelaksanaan PTM terbatas berjalan dengan lancar meski masih terjadi pro-kontra di antara orang tua.
"Pantauan Pak Sekda di lapangan, Pak Wakil Wali Kota semua masih ada pro kontra orang tua. Tapi alhamdulillah perjalanannya prokes sudah ada 2.005 yang melaksanakan tapi masih ada pro kontra," kata Oded.
Dia menegaskan, pihaknya memberikan keleluasaan kepada orang tua siswa yang memilih tidak ingin anaknya mengikuti belajar tatap muka. Mereka dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Baca Juga: Kota Bandung Berikan Izin Kegiatan Museum dan Perluasan Relaksasi Objek Wisata
"Kita prinsip dasarnya kita memberikan keleluasaan kepada orang tua murid ketika mereka berbeda. Siswa masih tidak ada izin orang tua, maka tidak boleh," ucapnya.
Oded menambahkan, pemerintah kota juga terus menggenjot vaksinasi bagi usia 12 sampai 17 tahun. Pihaknya pun merasa bersyukur, sebab kondisi pandemi Covid-19 di Kota Bandung terus melandai.
"Alhamdulillah berdasarkan laporan Pak Sekda sebagai gugus tugas, kondisi Kota Bandung cukup landai, cukup baik menggembirakan," ujar dia.
Diketahui, Kota Bandung saat ini masih berada di zona kuning penyebaran Covid-19 dengan skor 2.77. Total konfirmasi 42.448 kasus, konfirmasi aktif 110 kasus, kesembuhan 40.917 kasus. Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) sebesar 11.11 persen. (Yogo Triastopo).***
Editor : inilahkoran


