Malam-malam Warga Panik! Tempat Limbah Kapur di KBB Hangus Terbakar, Begini Kronologinya
Warga Kampung Giri Mulya, Kecamatan Cipatat, KBB panik setelah tempat pembakaran limbah kapur dilalap si jago merah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Warga Kampung Giri Mulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) panik usai tempat pembakaran limbah kapur terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Meidi mengatakan kebakaran tempat limbah kapur tersebut terjadi pada Selasa 10 Mei 2022 malam.
Ia menyebut, pihaknya kemudian menerjunkan 1 unit water supply dan 1 unit pancar ke lokasi terbakarnya limbah kapur di KBB itu.
Baca Juga: Ed Sheeran hingga Travis Scott, Inilah Deretan Bintang yang Tampil di Billboard Music Awards
"Kebakarannya terjadi tadi malam. Setelah kurang lebih tiga jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15 WIB," katanya Rabu 11 Mei 2022.
Ia menjelaskan, api dengan cepat membesar lantaran di lokasi kejadian banyak barang-barang yang mudah terbakar.
"Kami berupaya melakukan pemadaman dengan menetralisir area terbakar agar tidak semakin meluas," jelasnya.
Baca Juga: Kasus Demo Ricuh LSM GMBI di Mapolda Jabar Segera Disidangkan, Minggu Depan?
Ia menyebut, hasilnya area yang terbakar hanya sekitar 20 meter persegi, sementara yang terselamatkan jauh lebih besar.
"Nilai aset keseluruhan lokasi tersebut sekitar Rp50 juta dan kerugian akibat kebakaran itu masih dihitung," sebutnya.
"Tempat pembakaran limbah kapur itu milik warga bernama Haji Said, tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian materi saja," sambungnya.
Baca Juga: Deal, Antonio Rudiger Tinggalkan Chelsea untuk Gabung Real Madrid
Disinggung soal penyebab kebakaran, ia menyebut dikarenakan kelalaian.
Ia menambahkan, usai melakukan pemadaman, pihaknya lalu melakukan proses pendinginan dan dilanjutkan dengan pendataan dengan dibantu tagana, relawan, Damkar Poswil Cikalongwetan, dan warga sekitar.
"Kami lakukan pendinginan sebagai antisipasi ada api yang belum benar-benar padam. Setelah itu dilakukan proses pendataan area yang terbakar," tandasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


