Polisi Beberkan Kemungkinan Alasan Warga Tolak Jenazah Mulyadi Dimakamkan di TPU Setempat
Polisi beberkan kemungkinan adanya penolakan warga soal jenazah Mulyadi dimakamkan di TPU desa Jayamekar Padalarang KBB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Tragis. Mulyadi pembunuh Wiwin Setiani tewas dengan cara gantung diri. Tak hanya itu, kini jenazahnya pun ditolak warga dimakamkan di TPU Desa Jayamekar, Padalarang KBB. Lalu apa alasan warga menolaknya?
Kapolsek Padalarang Kompol Darwan menyebukan, riwayat hidup Mulyadi selama bermasyarakat di Desa Jayamekar Kecamatan Padalarang, KBB selalu meresahkan warga setempat.
Bahkan, sambung dia, tindakan pelaku yang melakukan pembunuhan diperkirakan akan memunculkan rasa antipati terhadap keluarga Mulyadi, maupun pengucilan terhadap keluarganya.
Baca Juga: Diduga Depresi, Sebelum Gantung Diri Kediaman Mulyadi Sudah Dikepung Polisi dan Warga
"Karena hal itu warga setempat menolak apabila pelaku dimakamkan di TPU Desa setempat," katanya kepada wartawan, Kamis 12 Mei 2022.
Kompol Darwan mengatakan, jenazah Mulyadi ditemukan tewas gantung diri di kebun milik saudara Rohmat yang terletak di belakang rumah orang tuanya.
"Saudara Mulyadi (38) merupakan buruh, SDA TKP menggunakan tali tambang berukuran 1,5 Meter yang diikatkan di pohon petai dengan tinggi lebih kurang 3 meter," ujarnya.
Ia menyebut, pelaku menggunakan pakaian sweater berwarna hijau, kaos dalam berwarna biru serta celana panjang katun berwarna coklat.
Baca Juga: Mulyadi Diduga Sembunyi di Kebun Sebelum Gantung Diri, Warga Curiga Ada Nasi Tiba-tiba Hilang...
Ia menjelaskan, kronologis singkat kejadian bermula ketika anggota gabungan Polres Cimahi yang melakukan penyisiran dan pengecekan terhadap saudara Mulyadi di rumah maupun di sekitar kebun yang berada di sekitar rumah pelaku dan pada sampai pukul 06.00 WIB.
"Di dalam rumah saudara Mulyadi terdengar suara tangisan histeris, kemudian anggota gabungan Polres Cimahi mengecek ke dalam rumah dan mendapatkan informasi dari orangtua pelaku bahwa pelaku diketahui sudah gantung diri yang terletak di kebun milik H. Rohmat," jelasnya.
Selanjutnya, sambung dia, tindakan yang dilakukan oleh anggota yang melakukan pengecekan di rumah pelaku maupun di TKP langsung menghubungi Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kasat Narkoba Polres Cimahi.
Baca Juga: Polisi Benarkan Mulyadi Pembunuh Wiwin Setiani di Padalarang Tewas Gantung Diri
"Setelah kedatangan Kasat Reskrim, Kasat Intelkam serta Kasat Narkoba Polres Cimahi dan segera dilakukan evakuasi terhadap pelaku dari pohon petai milik H. Rohmat kemudian dibawa menggunakan ambulance dari Desa Jayamekar ke RS Sartika Asih untuk dilakukan otopsi," ujarnya.
Lebih jauh ia menerangkan, peristiwa gantung diri tersebut kemungkinan dikarenakan pelaku sudah mendapat tekanan secara psikis.
"Kemungkinan pelaku merasa dirinya sudah terkepung baik oleh warga setempat maupun oleh pihak kepolisian sehingga pelaku melakukan jalan pintas dengan cara gantung diri," terangnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


