Simak, Berikut Penyebab dan Cara Penularan Virus PMK pada Hewan Ternak

cara penularan PMK atau penyakit mulut dan kuku ini hanya dari hewan ke hewan, namun tidak menulari manusia.

Simak, Berikut Penyebab dan Cara Penularan Virus PMK pada Hewan Ternak
Wabah PMK pada hewan ternak bisa dikenali dengan gejala yang terjadi.

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah kini tengah berfokus menangani penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang kini makin meluas di sejumlah daerah.

Kasus PMK pada hewan ternak pertama kali ditemukan di Gresik, Jawa Timur pada 28 April 2022, dan telah mengalami peningkatan kasus rata-rata dua kali lipat setiap harinya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, penyebab PMK pada hewan ternak ini adalah virus O, A, C, SAT 1, SAT 2, SAT 3, dan Asia 1.

Baca Juga: Waspada PMK Pada Hewan Ternak, Begini Gejala dan Langkah Penanganannya

"Virus PMK yang pernah ada di Indonesia terjadi pada tahun 1983 hanya serotipe O," katanya saat dihubungi, Jumat 13 Mei 2022.

Ia menjelaskan, cara penularan PMK ini hanya dari hewan ke hewan, namun tidak menulari manusia.

"Jadi tidak masuk dalam kategori zoonosis," jelasnya.

Ia menyebut, virus banyak terdapat dalam jaringan sekresi dan eksresi dan sebelum dan pada waktu timbulnya gejala klinis.

Baca Juga: Soal PMK, Kota Bandung Perketat Jalur Hewan Ternak

"PMK merupakan penyakit yang sangat menular, tapi hanya pada hewan," sebutnya.

Kemudian, hewan yang peka tertular melalui kontak, dengan hewan atau bahan tercemar.

"Bisa juga melalui jalur inhalasi (pernafasan), ingesti (mulut/makanan), dan melalui perkawinan alami atau buatan," ujarnya.

Baca Juga: Meski Belum Terdeteksi Adanya PMK di KBB, Pemkab Bandung Barat Gelar Penyuluhan ke Tiga Bandar Besar

Adapun hewan yang tertular virus dari PMK ini merupakan hewan ruminansia atau hewan yang memiliki empat buah perut yang memainkan peran berbeda dalam pencernaan makanan.

"Seperti sapi, kerbau, kambing, rusa, domba, babi, unta dan beberapa hewan liar. Tapi secara percobaan, PMK dapat menginfeksi hewan lain, seperti kelinci, tikus, marmut dan hamster," sebutnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran