Bale Pinton Ciburuy Dibongkar Sepihak, Para Seniman KBB Merasa Dirampas Kreativitasnya

Para seniman di KBB merasa hak berseninya dirampas Pemprov Jabar dengan dibongkarnya Bale Pinton Ciburuy tempat mereka berkreasi

Bale Pinton Ciburuy Dibongkar Sepihak, Para Seniman KBB Merasa Dirampas Kreativitasnya
Para seniman di KBB merasa haknya dirampas atas pembongkaran sepihak Bale Pinton Ciburuy oleh Pemprov Jabar.

 

INILAHKORAN, Ngamprah - Pasca dibongkarnya Bale Pinton Ciburuy membuat kesal para seniman dan budayawan yang ada di Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membongkar Bale Pinton Ciburuy yang ada di kawasan wisata Situ Ciburuy tanpa adanya pemberitahuan kepada para pelaku seni dan budaya termasuk warga sekitar.

Seniman dan Budayawan KBB, Abah Nanung mengatakan, dampak dari dibongkarnya Bale Pinton yang paling ekstrem itu adalah merampas hak kreativitas para seniman.

Baca Juga: Bale Pinton Ciburuy Dibongkar, Pelaku Seni di KBB Kecewa

"Ruang publik seniman itu tidak terbatas, ada dimana mana. Termasuk mengisi ruang-ruangnya itu adalah di Balai Pinton ini," katanya saat ditemui.

Ia menilai, salah satu bentuk kontribusi para seniman untuk pemerintah itu, yakni dengan melakukan berbagai aktivitas kesenian dan melestarikan kesenian yang ada di wilayahnya.

"Tapi ketika ini dibongkar berarti pertanyaan saya berarti tidak ada kepedulian lagi terhadap kebudayaan. Yang paling bodoh tidak membaca Undang-undang (UU) tentang pemajuan kebudayaan," ujarnya.

Baca Juga: Pedagang Sapi di KBB Menjerit Jelang Idul Adha, Pasokan Terhenti Sementara

Ia menyebut, kalau pihak Pemprov Jabar membaca UU tentang pemajuan kebudayaan. Maka, Bale Pinton ini tidak akan dibongkar.

"Mereka (Pemprov Jabar) menyebut nanti akan membangun kembali Bale Pinton, bukan nanti. Tapi kalau ini betul-betul mau dibangun harusnya ada dialog dengan para seniman," tuturnya.

Ia menjelaskan, dialog tersebut dibutuhkan untuk menyamakan persepsi lantaran harus bagaimana bentuknya dan seperti apa hasilnya.

Baca Juga: Jelang Pilkada, KPU KBB Ajukan Dana Sebesar Rp103 Miliar

"Hal itu dilakukan agar bangunan tersebut bisa dimanfaatkan kembali oleh para seniman. Bahkan bisa membuat betah dan nyaman, apalagi kaitan dengan lingkungan wisata," jelasnya.

Ia menegaskan, dengan dibongkarnya Bale Pinton tersebut menjadi bukti kurangnya kepedulian pemerintah terhadap seni dan budaya.

"Pemerintah telah menghancurkan dan telah meniadakan hak-hak para seniman yang mempunyai inspirasi untuk memajukan kebudayaan," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran