Anggaran Porprov Jabar 2022 Kurang, Begini Tanggapan Komisi IV DPRD KBB

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta DPRD KBB untuk mendorong anggaran untuk perhelatan Porprov

Anggaran Porprov Jabar 2022 Kurang, Begini Tanggapan Komisi IV DPRD KBB
ilustrasi APBD
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta DPRD KBB untuk mendorong anggaran untuk perhelatan Porprov Jabar 2022.
 
Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya kendala atau kekurangan anggaran lantaran KBB menjadi tuan rumah dari 17 cabor pada Porprov Jabar 2022.
 
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, apabila ada rencana menambah anggaran harus kembali lagi pada pengajuan proposal dari KONI KBB.
 
 
Kendati demikian, kata dia, Kadispora sudah menyampaikan proposal dan menyampaikan bahwa anggaran sudah dialokasikan ke sektor lain.
 
"Artinya ada kekurangan anggaran yang memang harus disupport oleh dewan," katanya saat ditemui.
 
Menurutnya, pada prinsipnya selama keuangan daerah sehat dan mungkin melakukan hal itu, maka pihaknya akan berupaya untuk mendorong.
 
"Tapi kembali lagi, KONI sendiri harus berbenah, cabornya fokus lagi ke pembinaan atlet supaya berprestasi di Porprov Jabar 2022," tuturnya.
 
 
Ia meminta, agar seluruh pihak, khususnya cabor menjadikan perhelatan Musorkablub sebagai dinamika biasa saja. 
 
"Jangan sampai di dramatisir dan politisir dan lainnya. Perlu ada kolaborasi siapapun yang jadi Ketua KONI nanti, termasuk harus ada hubungan baik dengan kepala daerah," ujarnya.
 
Ia menilai, hal itu perlu dilakukan lantaran pihaknya yang nanti melakukan advokasi di Badan Anggaran (Bangar).
 
"Kalau berbenturan dengan kepala daerah kan susah juga. Jadi harus ada sinergis, jadi bersikap baiklah kepada siapapun itu," ujarnya.
 
 
Disinggung soal pantauan terkait persiapan Porprov Jabar 2022, ia mengaku, saat ini yang menjadi sorotan itu pada Musorkablub bukan pada persiapan Porprov Jabar 2022.
 
"Jadi yang kita ingin kita pastikan itu kesiapan cabornya seperti apa," ujarnya.
 
Menurutnya, paling penting saat ini bukan menanyakan tambahan anggaran lantaran pihaknya pun belum mengetahui berapa anggaran untuk treatmentnya dan seperti apa jaminan prestasi KBB ke depan.
 
 
"Jadi jangan nanyain anggarannya saja, tapi proposal prestasinya tidak disampaikan," ucapnya.
 
Ia berharap, masing-masing cabor harus bisa saling membenahi dan bisa melakukan pembinaan.
 
"Harapannya agar para atlet bisa bersaing dan berkompetisi dengan cabor lainnya," tukasnya.***(agus satia negara).


Editor : inilahkoran