PMKS di KBB Kian Memperhatikan, Dinsos KBB Ungkap Faktor Penyebabnya

Permasalahan PMKS di KBB kian memperihatinkan lantaran jumlahnya terus mengalami peningkatan pascapandemi.

PMKS di KBB Kian Memperhatikan, Dinsos KBB Ungkap Faktor Penyebabnya
PMKS di KBB kian memperhatikan, Dinsos KBB mengungkapkan faktor penyebabnya.

 

INILAHKORAN, Ngamprah - Permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS di KBB kian memperihatinkan lantaran jumlahnya terus mengalami peningkatan pascapandemi.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai, meningkatnya PMKS di KBB terjadi lantaran dipengaruhi beberapa faktor.

"Beberapa faktor yang mempengaruhi PMKS di KBB, antara lain efek pandemi Covid-19 yang melahirkan kelompok miskin baru, serta adanya kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat yang memperbolehkan aktivitas normal kembali," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos KBB Ati Indrawati, Rabu 29 Juni 2022.

Baca Juga: Ombudsman Jawa Barat Soroti Pungli di Salah Satu SMK di Bandung

Selain itu, jelas dia, pihaknya pun memprediksi angka PMKS di KBB naik lantaran imbas meningkatnya kelompok miskin baru. Termasuk, adanya kelonggaran PPPKM membuat aktivitas kelompok PMKS di KBB berjalan kembali.

"Pascapandemi diprediksi naik. Apalagi saat ini aktivitas sudah normal lagi. Otomatis PMKS di KBB seperti anak jalan, tuna susila, gelandang, dan lainnya pasti muncul lagi," jelasnya.

Kendati demikian, terang dia, pihaknya bakal secara instensif melakukan serangkaian upaya guna menyelesaikan masalah sosial, baik secara langsung atau pun melalui kolaborasi dengan lembaga-lembaga lain.

Baca Juga: Hadapi PSS Sleman, Persib Bandung Bermaterikan Pemain Lokal

"Misalnya, untuk penindakan, pihaknya terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan Satpol PP dan aparat kewilayahan," terangnya.

Nantinya, tambah dia, tatkala menemukan PMKS segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti. Hal tersebut dilakukan guna menekan angka PMKS di KBB.

"Penanganan PMKS dan masalah sosial itu terus kita gencarkan agar angkanya juga bisa ditekan. Dalam pelaksanaannya kita tentu tak bisa sendiri, kami kolaborasi dengan beberapa pihak," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran