Tren Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Dinkes KBB Minta Warga Terapkan Prokes

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat agar kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes)

Tren Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Dinkes KBB Minta Warga Terapkan Prokes
ilustrasi covid-19
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat agar kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes) baik di dalam maupun di luar ruangan.
 
Hal tersebut dilakukan menyusul adanya tren kasus COVID-19 yang kembali mengalami peningkatan di wilayahnya. Padahal, sebelumnya tercatat tinggal 2 kasus pada awal Mei 2022, kini awal Juli 2022 kasus korona aktif di KBB mencapai 50 orang. 
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, pada Minggu 10 Juli 2022 mencatat, 50 kasus aktif ini tersebar di 8 kecamatan yakni Kecamatan Parongpong 18 kasus, Padalarang 11 kasus, Ngamprah 7 kasus, Lembang 10 kasus, serta Cipatat, Cililin, Cikalongwetan, dan Cihampelas masing 1 kasus.
 
 
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), pada Dinas Kesehatan, KBB, Nurul Rasyihan mengatakan, terkait adanya kenaikan kasus COVID-19 warga KBB diminta kembali mematuhi pemakaian masker di dalam dan di luar ruangan sesuai arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 
 
Tak hanya menggunakan masker, lanjut dia, warga juga diimbau kembali disiplin protokol 5M yakni menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 
 
"Presiden Jokowi sudah mewajibkan masyarakat kembali pakai masker lagi. Kita minta warga KBB untuk mematuhi untuk menekan kasus Covid-19. Tak hanya masker, pokoknya prokes 5M," katanya, Senin 11 Juni 2022.
 
 
Sebelumnya, Presiden RI tak hanya mewajibkan masker, dirinya memprediksi bakal terjadi puncak kenaikan kasus Covid-19 pada minggu kedua atau ketiga bulan Juli 2022. 
 
Kendati kasus COVID-19 di KBB kembali mengalami peningkatan, terang dia, namun angka tersebut dinilai belum signifikan. 
 
Pasalnya, antara penambahan kasus dengan jumlah warga sembuh hanya selisih 2-3 orang saja. 
 
 
"Kalau kita lihat data keseluruhan. Memang ada kenaikan, tapi belum signifikan," terangnya.
 
"Data kasus warga yang sembuh dengan kasus aktif masih selisih 2. Di banding Juli tahun lalu juga masih kalah signifikan," sambungnya.
 
Menurutnya, pengetatan prokes terhadap masyarakat akan cukup sulit pasca adanya pelonggaran kegiatan beberapa pekan terakhir. 
 
 
Oleh karenanya, tambah dia, Dinkes bakal bekerja keras melakukan sosialisasi lagi agar masyarakat kembali patuh 5M. 
 
"Kita harus upaya keras lagi untuk dorong warga pakaian masker, karena mereka sudah terlena oleh pelonggaran kemarin. Ini jadi tantangan sendiri bagi kita," tandasnya.*** (agus satia negara).***


Editor : inilahkoran