PKB Jadi Magnet Baru untuk Kader Partai Lain pada Pemilu 2024 di Kabupaten Bandung
Jelang Pemilu 2024, sejumlah kader dan pengurus dan kader partai lain ditengarai 'loncat pagar' ke PKB Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jelang Pemilu 2024, sejumlah kader dan pengurus dan kader partai lain ditengarai 'loncat pagar' ke PKB Kabupaten Bandung.
"Kalau dilihat dari orang belum ada, tapi kelihatannya akan menjadi signifikan untuk pemenangan PKB Kabupaten Bandung. Misalnya dari ada dari pengurus Golkar kemudian dari partai lain juga ada. Itu cukup signifikan untuk kemenangan nanti," kata Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPC PKB Kabupaten Bandung Agus Muharam, Senin 18 Juli 2022.
Agus mengatakan, terkait jumlahnya dia belum bisa menyebutkan angka pastinya. Sebab, hingga saat ini masih dalam masa penjajakan dengan PKB Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Para Pemain Pulih, Persib Bisa Tampil Penuh Hadapi Liga 1 2022 2023
Hingga saat ini, jumlah pendaftar bakal calon anggota legilatif untuk DPRD Kabupaten Bandung terhitung kurang lebih 100 orang. Termasuk, beberapa orang yang berasal dari partai lain yang sekarang tertarik dengan perjuangan politik PKB Kabupaten Bandung.
"Sementara ini ada sekitar 100an orang nanti diseleksi lagi. Itu termasuk dari luar juga yang simpatik dan tertarik dengan perjuangan PKB. Tapi kebanyakan internal struktur pengurus PKB dan NU, ada juga tokoh masyarakat seperti mantan kepala desa juga banyak," ujarnya.
Agus melanjutkan, masalah pemenangan pemilu ini menjadi suatu yang penting bagi PKB. Karena bagaimanapun juga ini berkaitan dengan pengawalan proses pembangunan di Kabupaten Bandung dibawah kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang memang harus dikawal dengan baik oleh legislatif. Jadi masalah pemenangan ini menjadi kunci keberhasilan program pembangunan ke depan.
Baca Juga: Fortusis Kota Bandung Imbau Orangtua Siswa Melapor Jika Ada Perpeloncoan pada MPLS 2022
"Kita sekarang sudah membuat pola rekrutmen, supaya hasilnya maksimal. Ada beberapa kriteria yang ditetapkan. Ini sangat penting, karena ini produknya harus bagus," katanya.
Dikatakan Agus, tiga pendekatan dengan kriteria tertentu. Diantaranya, popularitas, artinya di kenal oleh orang banyak. Kemudian, kelayakan (elegibility) dan terakhir adalah elektabilitas. Tak hanya itu saja, akan dilihat pendidikannya. Karena, bagaimanapun juga nantinya seorang anggota legislatif itu harus mampu bekerja dengan baik fungsi legislasinya, mampu melakukan fungsi pengawasan.
"Dari berbagai kriteria ini akan menjadi scoring penilaian. Kemudian akan dilakukan juga survei lapangan untuk memperkaya skoring kriteria," katanya.
Baca Juga: Instagram Diduga Milik Bharada E Terungkap, Netizen Minta Kejujuran Soal Kasus Kematian Brigadir J
Agus melanjutkan, setelah skoring dan survei lapangan, hasilnya akan dibawa ke DPC PKB Kabupaten Bandung. Untuk dipertimbangkan dan diajukan sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari PKB. Termasuk pemberian nomor bacaleg untuk didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Agus menjelaskan, untuk pemilu serentak 2024 mendatang, DPC PKB Kabupaten Bandung menargetkan sebanyak 14 kursi di DPRD Kabupaten Bandung. Dari jumlah saat ini kursi DPRD Kabupaten Bandung sebanyak tujuh kursi. Karena dengan memiliki 14 kursi di DPRD Kabupaten Bandung, akan memuluskan pencalonan kembali Dadang Supriatna sebagai calon Bupati Bandung pada pilkada 2024.
"Target kami 100 persen naiknya, karena dengan 14 kursi akan memudahkan pilkada. Jadi bisa melanggang satu partai tanpa harus koalisi," katanya. (Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


