Duh..Kasus Harian Capai 104, Penyebaran Covid-19 di Kota Bandung Tembus Hingga 1.050 Kasus pada Akhir Juli Ini
Peningkatan kasus Covid-19 di KOta Bandung terus melonjak hingga akhir Juli 2022 dan ada 10 kecamatan dengan jumlah peningkatan kasus aktif
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penyebaran Covid-19 di Kota Bandung terus mengalami kenaikan signifikan hingga akhir Juli. Tercatat hingga Rabu 27 Juli 2022, konfirmasi aktif telah menembus 1.050 kasus dengan kasus harian mencapai 104.
Pusat data dan informasi Covid-19 (Puscovid) Kota Bandung melaporkan total kasus terkonfirmasi mencapai 89,154. Sementara kasus sembuh sebanyak 86,625 dan kasus meninggal dunia mencapai 1,479.
Selain itu, ada 10 kecamatan penyumbang terbanyak konfirmasi aktif Covid-19 yaitu Kecamatan Antapani 99 kasus, Lengkong 80 kasus, Lengkong 67 kasus. Cicendo 62 kasus, Regol 53 kasus, Arcamanik 51, Sukajadi 48, Bandung Kidul 47, Coblong 39 dan Rancasari 38 kasus.
Baca Juga: Komplotan Maling Membobol Bank Fama di Asia Afrika Kota Bandung
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota BandungAhyani Raksanagara mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 terjadi secara merata di tingkat Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia bahkan dunia. Penyebab kenaikan kasus bervariasi.
"Kenaikan kasus terjadi bukan saja terjadi di Kota Bandung melainkan juga di Jawa Barat, nasional dan beberapa negara secara global. Banyak hal yang mempengaruhi selain adanya sub varian tipe yang penyebaran lebih cepat," kata Ahyani Raksanagara, Kamis 28 Juli 2022.
Selain itu dikemukakan Ahyani Raksanagara, mobilitas masyarakat saat ini yang tinggi serta kepatuhan menerapkan protokol kesehatan yang menurun berkontribusi terhadap kenaikan kasus Covid-19. Kondisi tersebut menyebabkan transmisi lebih cepat.
Baca Juga: Dituding Salah Satu Partai Malas Bikin Laporan Dana Hibah, Begini Kata Gerindra Kabupaten Bandung
"Mobilitas masyarakat sekarang lebih tinggi. Kemudian juga ada kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan mulai menurun dan juga hal-hal lain yang mengakibatkan transmisi di antara penduduk itu menjadi lebih cepat," ucapnya.
Ahyani Raksanagara menyebut, antisipasi yang dapat dilakukan untuk menekan laju kasus yaitu meningkatkan kembali protokol kesehatan serta masyarakat untuk segera divaksin booster. Pihaknya sendiri meningkatkan testing dan tracing.
Selain itu pihaknya memantau jamaah haji selama 14 hari setelah kepulangan dengan kartu kewaspadaan kesehatan jamaah. Apabila terdapat keluhan untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


