Bangun Kembali Industri Pariwisata, Disparbud KBB Bakal Fokus ke Enam Aspek ini
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat (Disparbud KBB) optimistis industri pariwisata di wilayahnya bakal kembali bangkit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat (Disparbud KBB) optimistis industri pariwisata di wilayahnya bakal kembali bangkit.
Kepala Bidang Pariwisata pada Disparbud KBB David Oot menilai, kebijakan pemerintah yang mencabut status pandemi menjadi kabar baik bagi pelaku industri pariwisata.
"Tentu kebijakan tiu menjadi angin segar bagi industri pariwisata di KBB untuk kembali bangkit setelah dua tahun mengalami keterpurukan," katanya saat dihubungi, Kamis 6 Juli 2023.
David menyebut, ada enam fokus pembangunan kepariwisataan pascapandemi mengingat selama pandemi menjadi pembelajaran berharga untuk bangkit.
"Pertama, meningkatkan nilai tambah produk pariwisata," sebutnya.
David menjelaskan, pembangunan kepariwisataan haruslah disertai dengan upaya meningkatkan nilai tambah dari suatu produk di samping menciptakan produk unggulan yang unik sebagai unique selling.
"Namun harus berorientasi pada pemenuhan wisatawan, terlebih kepada wisatawan minat khusus," jelasnya.
Aspek kedua, sambung David, menguatkan tata kelola kepariwisataan yang berorientasi pada sinergi dan orkestrasi setiap pemangku kepentingan.
"Tata kelola kepariwisataan yang menitikberatkan pada orkestrasi seluruh aktor dan sektor pariwisata harus semakin diperkuat," terangnya.
Selanjutnya, aspek ketiga yang menjadi arah pengembangan pariwisata pasca pandemi yakni dengan memperhatikan daya dukung di setiap destinasi pariwisata.
"Arah kebijakan pembangunan kepariwisataan tidak lagi menitikberatkan pada jumlah kunjungan sehingga akan menimbulkan dampak negatif bagi kelestarian atraksi dan destinasi wisata," paparnya.
"Melainkan adanya pembatasan yang sesuai dengan daya dukung maksimal yang dimiliki oleh setiap atraksi dan destinasi wisata tersebut," sambungnya.
Pada aspek keempat, kata David, yang harus menjadi fokus pembangunan kepariwisataan yakni terkait dengan persoalan mitigasi bencana dan musibah.
"Termasuk perilaku wisatawan yang memperhatikan aspek keamanan dalam berwisata," katanya.
Kendati demikian, aspek yang tak kalah pentingnya, yakni aspek kelima yang terkait dengan branding pariwisata.
Penguatan positive image kepariwisataan yang menekankan pada aspek keselamatan dan kesehatan wisatawan harus diperkuat.
"Jadi, wisatawan harus terjamin keselamatannya ketika berwisata," ucapnya.
"Penekanan kepada Kesehatan dan keselamatan dalam berwisata melalui program CHSE (cleanliness, health, safety dan environment sustainability) tentu saja harus selalu digalakkan dalam setiap promosi yang dilakukan," paparnya.
Lebih lanjut David menuturkan, aspek yang tak kalah penting lainnya adalah aspek keenam, yaitu penguatan kapasitas sumber daya manusia kepariwisataan.
Menurutnya, pengembangan upskilling, reskilling dan multiskilling untuk peningkatan kualitas SDM dalam melakukan pelayanan sesuai protokol kesehatan dan keselamatan.
"Optimisme kita dalam menyongsong kebangkitan pariwisata di tanah air semakin menguat, jika semua aspek tersebut dapat terpenuhi," tuturnya.
Meski begitu, tambah David, semuanya tentu harus kembali kepada spirit dasar dalam pembangunan kepariwisataan.
"Antara lain pembangunan kepariwisataan yang antisipatif, adaptif, inovatif dan kolaboratif, sehingga kebangkitan tersebut akan dapat lestari," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


