Bangunan SMK di Desa Dayeuh Cileungsi Tak Sesuai Perda, Warga Mengadu ke Pemkab Bogor

Dianggap bangunan SMK BT tidak sesuai peraturan daerah, Suhari warga Gang Furqon Desa Dayeuh, Cileungsi meminta Pemkab Bogor memeriksa perizinan bangunan.

Bangunan SMK di Desa Dayeuh Cileungsi Tak Sesuai Perda, Warga Mengadu ke Pemkab Bogor
Bahkan hingga kini, gedung sekolah yang kondisinya sangat rapat dengan dinding rumahnya, membuat air hujan dari gedung sekolah tersebut masuk ke rumahnya. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Dianggap bangunan SMK BT tidak sesuai peraturan daerah, Suhari warga Gang Furqon Desa Dayeuh, Cileungsi meminta Pemkab Bogor memeriksa perizinan bangunan gedung tersebut.

Apalagi, akibat dugaan pelanggaran peraturan daerah tersebut pagar dan atap rumahnya pernah ambruk.

Bahkan hingga kini, gedung sekolah yang kondisinya sangat rapat dengan dinding rumahnya, membuat air hujan dari gedung sekolah tersebut masuk ke rumahnya.

"Saya minta Pemkab Bogor mengecek perijinan bangunan gedung SMK BT, dan Pemprov Jawa Barat mengevaluasi ijin operasional sekolah tersebut," tegas Suhari, Senin 16 Maret 2026.

Suhari menjelaskan, alasannya meminta Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat mengambil tindakan tegas karena enam tahun lalu pagar dan atap rumahnya ambruk.

"Waktu pembangunan sekolah tersebut, akibat aktivitas alat berat pagar rumah saya ambruk, lalu dinding rumah bagian ruang makan roboh karena pondasi turun akibat ada giat alat berat . pagar besi di atas dak kerobohan pohon bareng dengan atap. Sejak 6 tahun lalu hingga saat ini, janji ganti rugi dari pihak yayasan sekolah tersebut tidak pernah ditepati," jelasnya.

Dia menambahkan, seharusnya, di sekeliling bangunan sekolah dibangun drainase air hingga air hujan tidak tergenang.

Air hujan tampiasan atap gedung masuk ke area rumah dan kami berharap ada ganti rugi dari pihak sekolah 

"Akibat tidak ada drainase, lalu banyak puing bangunan yang ditaruh disamping rumah saya, dinding rumah saya lembab, rawan ambruk dan bisa mengurangi usia penggunaan," tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani