Baru Kali Ini Sungai Cimeta Berwarna Merah, Petugas : Perubahan Warna Sejauh 2 KM
Warga Campakamekar Padalarang KBB mengaku baru kali ini Sungai Cimeta berubah warna menjadi merah semenjak adanya pembuangan limbah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi aliran sungai Cimeta di Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tiba-tiba berubah warna menjadi merah pekat membuat heboh warga sekitar.
Titik penampakan Sungai Cimeta berwarna merah tersebut mulai terlihat di Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang KBB sejak 07:00 WIB.
Warga Kampung Cikurutug, RT 03 RW 07, Desa Tagong Apu, Ani Mulyani (42) mengatakan, kondisi sungai Cimeta berwarna merah ini membuat geger warga sekitar. Pasalnya, kondisi ini baru terjadi sepanjang tinggal di pinggir Sungai Cimeta.
Baca Juga: Viral! Sungai Cimeta di KBB Mendadak Berwarna Merah
"Tadi saya pergi ke pasar pukul 06:00 WIB masih biasa. Pas pulang jam 07:00 WIB sudah berubah merah," katanya.
Ia menjelaskan, penampakan Sungai Cimeta baru kali ini berubah warna merah. Diduga ini limbah yang sengaja dibuang oleh warga.
"Sejak saya tinggal di sini. Baru kali ini Sungai Cimeta jadi merah. Kemungkinan sengaja ada yang buang limbah," papar Ani.
Baca Juga: Angka Kasus COVID-19 di KBB Kembali Menurun, Pasien Positif Pilih Isoman
Diberitakan sebelumnya, Babinsa Campakamekar, Serka Nana Herdiaaman membenarkan terkait kejadian itu. Ia mendapat laporan sekitar pukul 07:00 WIB.
"Tadi pagi jam dapat info dari masyarakat di jalur Sungai Cimeta ternyata sungai berubah jadi merah. Saya cari info di RW memang benar sampai ujung Campakamekar semua merah," kata Nana.
Aparat kemanan bersama Satgas Citarum Harum masih menelusuri penyebab sungai tersebut berubah menjadi merah. Dugaan awal sungai tercemar limbah pewarna kain. Sementara panjang sungai yang tercemar sekitar 2 Kilometer.
Baca Juga: Dua Kendaraan Raib di Pasar Tagog Padalarang, Polsek Padalarang Masih Buru Pelaku
"Sementara masih kita telusuri titik awalnya saya belum bisa simpulan. Kisaran panjang sekitar 2 Kilometer bahkan lebih," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : inilahkoran


