BBM Mahal, Pemkot Bandung Wacanakan Kebijakan Carpool Tekan Biaya Operasional
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membuka kemungkinan penerapan carpool bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membuka kemungkinan penerapan Carpool bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi. Bahkan diisyaratkan, pegawai pemkot bisa didorong tidak lagi datang ke kantor menggunakan kendaraan pribadi secara individual.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi berlaku per 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp13.150 menjadi Rp17.000 per liter. Adapun Dexlite yang digunakan sejumlah kendaraan diesel dibanderol sekitar Rp23.000 per liter.
Menurutnya, kenaikan harga BBM harus direspons dengan langkah efisiensi operasional. Penghematan, menjadi pilihan yang paling memungkinkan dilakukan pemerintah daerah di tengah keterbatasan kewenangan dalam mengendalikan harga energi.
"Saya nanti pulang dari Jakarta, saya berpikir mungkin betul-betul nih kita akan paksa minimal malah para pegawai pemkotnya datang ke kantor tidak dengan kendaraan pribadi. Atau kalaupun kendaraan pribadi, kita bikin Carpool," kata Farhan, Rabu (10/5/2026).
Dia menilai, pola berbagi kendaraan atau Carpool dapat menjadi salah satu solusi menekan konsumsi BBM di lingkungan Pemkot Bandung. Langkah tersebut, juga dinilai dapat membantu mengurangi beban pengeluaran operasional pemerintah di tengah lonjakan harga bahan bakar.
"Karena efisiensi operasional itu menjadi sangat penting untuk memastikan agar biaya yang kita keluarkan untuk BBM juga tidak terlalu tinggi," ucapnya.
Farhan menjelaskan, kenaikan harga BBM saat ini dipengaruhi kondisi pasokan dan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berfluktuasi. Karena itu, pemerintah maupun masyarakat perlu beradaptasi melalui berbagai langkah penghematan.
"Ini kan masalah supply and demand ya kan? Udah gitu, dolar lagi turun naik. Jadi dengan naiknya harga BBM ini, artinya memang tingkat supply ini lagi rendah dan harga dolar lagi tinggi. Apa boleh buat kita hadapi. Maka saran saya adalah mari bersama-sama kita lakukan efisiensi operasional," ujar dia.
Selain bagi ASN, pihaknya juga mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan BBM. Pemkot Bandung tidak memiliki kewenangan mengintervensi harga, tetapi bisa mengendalikan konsumsi agar tidak berlebihan.
"Sayangnya, kita pemerintah kota ini nggak punya kontrol terhadap harga. Tetapi kita bisa bersama-sama menjaga, jangan sampai kita menjadi konsumen yang boros. Nah kalau untuk tidak menjadi konsumen yang boros, kita bisa sama-sama mengendalikan," jelasnya.
Rencana penerapan Carpool muncul seiring kekhawatiran Pemkot Bandung terhadap dampak kenaikan harga BBM terhadap berbagai kebutuhan operasional. Farhan mengaku, biaya bahan bakar layanan publik termasuk pengangkutan sampah menjadi salah satu perhatian utama.
"Saya juga deg-degan ini. Bahkan sebetulnya yang paling mengkhawatirkan untuk Pemkot Bandung sekarang ini, adalah biaya BBM untuk pengangkutan sampah saja harus pakai Dexlite yang harganya Rp23.000," ujar dia.
Guna engantisipasi lonjakan biaya, pihaknya juga akan melakukan penyesuaian pada sejumlah pos belanja operasional. "Tapi ya udah, kita sama-sama di sini. Kita sama-sama akan lakukan efisiensi dan penghematan operasional," ucapnya.
Dia menambahkan, sejumlah pos pengeluaran pemerintah daerah akan dipangkas menjaga efisiensi anggaran di tengah kenaikan biaya operasional. "Belanja operasional nanti memang ada beberapa yang di cut. Seperti makan dan minum, biaya perjalanan dinas itu akan mengalami penurunan yang lumayan signifikan," tandas dia.***
Editor : JakaPermana


