Begini Respons Dedi Mulyadi Usai Disalahkan Warga, Ada Apa?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan, usai mendapat tudingan dan disalahkan oleh warga.

Begini Respons Dedi Mulyadi Usai Disalahkan Warga, Ada Apa?
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan, usai mendapat tudingan dan disalahkan oleh warga.

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan, usai mendapat tudingan dan disalahkan oleh warga.

Melalui akun media sosialnya, Dedi merespon tudingan warga, dengan dua persoalan, di mana ia menjadi sasaran kemarahan.

Kasus pertama datang dari Sugeng, warga Sidomulih, Kabupaten Pangandaran. Dedi mengaku memahami kondisi emosional Sugeng yang sedang menghadapi persoalan rumah tangga setelah berpisah dengan istrinya.

Menurutnya, persoalan keluarga, terutama perpisahan dengan pasangan, kerap memunculkan tekanan psikologis yang berat. Karena itu, ia memilih tidak bereaksi terhadap ekspresi kemarahan yang ditujukan kepadanya.

“Saya paham Bapak mengekspresikan seluruh kemarahan dan kekecewaan pada Lembur Pakuan dan pada saya secara personal, tetapi saya tidak akan marah pada Bapak. Saya ingin membantu menyelesaikan problem Bapak,” ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Jumat (29/5/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan disebut telah bergerak melakukan koordinasi. Rumah Sakit Cisarua yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jabar, disiapkan untuk memberikan pendampingan kesehatan kepada Sugeng.

“Rumah Sakit Cisarua yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah berkomunikasi dengan pimpinan kecamatan dan rencana akan menjemput Bapak ke rumah apabila diizinkan oleh keluarga,” ucapnya.

Dedi berharap, upaya tersebut dapat membantu Sugeng kembali menjalani kehidupan secara lebih baik.

“Semoga dengan nanti dirawat di Cisarua, Bapak bisa kembali hidup dengan tenang, menatap masa depan penuh harapan,” harapnya.

Selain persoalan warga di Jawa Barat, Dedi juga menaruh perhatian pada pengaduan seorang warga Kalimantan Timur yang mengaku menjadi korban penipuan berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Korban disebut menerima panggilan video dengan suara yang menyerupai Dedi Mulyadi. Karena merasa tertipu, warga tersebut kemudian meluapkan kekecewaannya dan menuding Dedi terlibat dalam kasus tersebut.

Meski demikian, Dedi mengaku tidak mempermasalahkan tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia menilai, fokus utama seharusnya diarahkan pada penyelesaian persoalan korban.

“Saya dituduh apa pun, dibuat brand apa pun oleh siapa pun, bagi saya tidak ada masalah. Yang penting saya akan tetap berbuat sekemampuan saya terhadap sesama manusia,” katanya.

Dari informasi yang diterimanya, korban diduga mengalami dua bentuk penipuan. Pertama, melalui modus hadiah dengan kewajiban membayar uang tebusan. Kedua, melalui tawaran pekerjaan di Jakarta yang ternyata tidak pernah tersedia.

“Saya tahu Bapak katanya membayar uang tebusan. Kemudian mendapat informasi pekerjaan di Jakarta, tetapi setelah datang ke Jakarta pekerjaannya tidak ada,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dedi menyatakan telah meminta timnya berkomunikasi langsung dengan korban guna menelusuri duduk persoalan secara lebih rinci.

Ia juga mengingatkan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan teknologi AI yang kini mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencatut identitas pihak lain.

“Meskipun Bapak warga Kalimantan Timur, tetapi sekemampuan saya akan bantu menyelesaikan. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang tertipu. Akibat tertipunya sama AI, marahnya sama saya,” ucapnya.

Dedi menegaskan, bantuan kepada masyarakat tidak dibatasi oleh jabatan maupun wilayah administratif.

“Baik saya sebagai gubernur maupun sebagai warga masyarakat biasa, saya akan tetap berbuat sesuai kemampuan saya untuk membantu sesama manusia,” tutupnya.***


Editor : JakaPermana