Belum Bersih dan Aman dari Kebakaran, Pasar Cisarua Belum Layak Juara
Kendati dieresmikan sebagai pasar rakyat juara, pasar Cisarua dianggap belum layak lantaran aksesn jalan yang kumuh dan belum aman kebakaran
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pasar Cisarua diklaim sebagai pasar rakyat juara oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, namun berbeda dengan pendapat masyarakat dan juga Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor.
"Bagi saya, Pasar Cisarua bukanlah pasar rakyat juara, karena akses menuju ke Pasar Cisarua masih kumuh dan becek karena banyak air lindi bekas kotoran ayam dan lainnya," kata Siti Kholisoh ibu rumah tangga warga Desa Batu Layang, Cisarua kepada wartawan, Minggu, 6 Maret 2022.
Kepada Pemprov Jawa Barat maupun Pemkab Bogor, ia meminta revitalisasi Pasar Cisarua dilakukan secara tuntas. Hingga wisatawan antusias berwisata di Pasar Cisarua
"Akses jalan menuju Pasar Cisarua harus diperbesar, lalu revitalisasi harus total di seluruh blok. Kalau memang butuh pembebasan lahan maka anggarannya harus disiapkan," pinta ibu satu orang putri ini.
Baca Juga: Resep Nasi Timbel Khas Priangan, Enak Buat Makan Siang
Kabid Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor Jaja Sujatma mengharapkan faktor keamanan dari resiko bencana kebakaran juga diperhatikan. Ia melihat belum ada hydrant dan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) di Pasar Cisarua.
"Pasar rakyat juara harus dilihat dari banyak lini terutama aman dari resiko kebakaran, apalagi di pasar tradisional banyak barang-barang yang mudah terbakar. Saya mengharapkan, di Pasar Cisarua disediakan beberapa titik hydrant dan harus ada APAR di setiap blok, hingga apabila terjadi kebakaran personil Damkar bisa cepat dalam memadamkan api," harap Jaja.
Ia menambahkan, selain hydran dan APAR, jalur evakuasi kika terjadi bencana alam ataupun kebakaran juga harus dibuat di Pasar Cisarua, lalu disosialisasikan kepada masyarakat maupun wisatawan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Indra Sofyan menuturkan bahwa kondisi Pasar Cisarua ini belum bersertifikat standar nasional Indonesia (SNI).
Baca Juga: Robert Alberts Apresiasi Keputusan Wasit Yang Menghentikan Pertandingan Saat Melawan Persiraja
"Memang Pasar Cisarua belum berkategori baik dan belum memiliki SNI, hingga bakal kita perbaiki. Saat ini, pasar tradisional di Jawa Barat yang sudah berSNI adalah Pasar Cimahi, Pasar Wanayasa, Purwakarta dan Pasar Johar, Kabupaten Karawang," tutur Indra Sofyan.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara singkat menambahkan bahwa kekumuhan pasar dan belum berSNInya pasar tradisional akan terus diperbaiki, agar pendapatan ekonomi masyarakat di Jawa Barat bakal meningkat.
"Yang masih kumuh akan kami perbaiki, yang belum berSNI akan memiliki SNI, hingga pendapatan ekonomi masyarakat Jawa Barat terus tumbuh. Saat ini,pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat lebih tinggi dibanding di
Editor : inilahkoran


