Berhasil dalam Layanan Digital, BPJS Kesehatan Cimahi Ganjar Penghargaan 12 Faskes
BPJS Kesehatan Cabang Cimahi memberikan penghargaan kepada 12 fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Cimahi telah berhasil mengaplikasikan transformasi digital.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – BPJS Kesehatan Cabang Cimahi memberikan penghargaan kepada 12 fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Cimahi yang telah berhasil mengaplikasikan transformasi digitalisasi layanan, sebagai bagian dari upaya akselerasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
penghargaan bertajuk "Transformasi Digital" ini juga menjadi bentuk implementasi Transformasi Mutu Layanan yang digaungkan oleh BPJS Kesehatan, dengan fokus pada pemanfaatan fitur seperti antrean online melalui aplikasi Mobile JKN.
Kegiatan apresiasi yang digelar pada Senin 2 Maret 2026 ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati dan jajarannya.
Sebanyak enam faskes tingkat pertama (FKTP) menerima penghargaan, antara lain Puskesmas Leuwigajah, Puskesmas Cimahi Utara, Klinik Aulia Sehat, Klinik Nayaka Husada 3, Praktek Dokter Mirda, dan Praktek Dokter Gigi Zuniati.
Sementara itu, enam faskes rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) yang mendapatkan apresiasi adalah RS Kasih Bunda, RS Mitra Anugerah Lestari, Klinik Utama Amanah 2, RSUD Cibabat, RS Avisena, serta RS Gigi dan Mulut Unjani.
Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan, Yudi Bastia mengatakan, transformasi digital menjadi kunci utama untuk memastikan layanan JKN berjalan dengan mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta, khususnya masyarakat Kota Cimahi.
"Kita terapkan berbagai fitur digital mulai dari antrean online, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga sistem biometrik," kata Yudi saat ditemui.
"Tujuannya untuk memberikan kepastian layanan tanpa waktu tunggu yang lama, sekaligus mendukung pengelolaan administrasi faskes yang efektif dan pembiayaan yang akuntabel," jelasnya.
Dikatakan Yudi, penghargaan diberikan kepada faskes yang konsisten menerapkan inovasi digital secara bertahap dari tingkat bintang satu hingga bintang tujuh.
"Saat ini, pemanfaatan layanan digital di Kota Cimahi telah melampaui 77 persen, yang menandakan manfaat transformasi tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat peserta JKN," katanya.
Yudi menilai kemitraan antara BPJS Kesehatan dengan faskes dibangun secara setara, bukan bersifat subordinatif. "Kami menjamin kepesertaan dan pembayaran klaim berjalan lancar, sedangkan FKTP dan FKRTL bertanggung jawab untuk menjaga mutu pelayanan yang diberikan," ucapnya.
Yudi juga mengapresiasi pencapaian Kota Cimahi yang telah meraih UHC Award selama tiga tahun berturut-turut. "Kami berharap dapat terus bersinergi dengan seluruh faskes untuk memberikan pelayanan terbaik, serta mendorong pemanfaatan digitalisasi agar waktu layanan semakin efisien dan berkualitas," tambahnya.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira menilai, apresiasi ini menjadi dorongan besar bagi seluruh faskes di kota untuk terus meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi digital.
"Implementasi antrean online dan integrasi sistem digital lainnya telah terbukti membantu mengatur alur pasien menjadi lebih efisien dan mengurangi kepadatan di ruang tunggu," kata Adhitia.
Adhitia pun menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh faskes yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik.
"penghargaan ini bukan sekadar simbolis, melainkan penyemangat bagi tenaga kesehatan untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan tepat," ungkapnya.
"Dengan sistem yang terintegrasi, kita bisa lebih fokus pada mutu pemeriksaan dan keselamatan pasien, sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat," jelasnya.
Adhitia juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Cimahi atas kolaborasi yang terjalin dengan baik. Menurutnya, pencapaian UHC Award tidak terlepas dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pengurangan waktu layanan.
"Alhamdulillah, selama tiga tahun berturut-turut kita meraih UHC Award. Banyak prestasi yang kita capai berkat kolaborasi yang solid dengan BPJS Kesehatan, yang juga terbukti dari perbaikan signifikan dalam waktu layanan," ungkapnya.
Adhitia menyebut, digitalisasi melalui aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu faktor utama pendukung peningkatan kualitas layanan.
Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, penetrasi penggunaan Mobile JKN di kota ini telah mencapai 77 persen yang berdampak langsung pada pemangkasan waktu tunggu dan proses layanan.
"Digitalisasi adalah prioritas utama BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Cimahi dalam mewujudkan UHC," tuturnya.
"Tahun 2026 kita akan fokus pada sosialisasi penggunaan Mobile JKN kepada seluruh masyarakat, yang juga diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya praktik fraud dalam layanan kesehatan," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

