BNN Jabar Cegah Narkoba Lewat Kawih Sinom, Generasi Muda Diajak Perangi Narkoba

BNN Jabar mengajak generasi muda memerangi narkoba melalui Pasanggiri Agung Kawih Sinom 'Narkoba Musuh Bangsa' berbasis seni dan budaya lokal.

BNN Jabar Cegah Narkoba Lewat Kawih Sinom, Generasi Muda Diajak Perangi Narkoba
Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono menggulirkan kreatif terbaru diwujudkan melalui Pasanggiri Agung Kawih Sinom 'Narkoba Musuh Bangsa'. Istimewa

INILAHKORAN.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat menggulirkan inovasi kreatif untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan memanfaatkan seni dan budaya lokal.

Inovasi tersebut diwujudkan melalui Pasanggiri Agung kawih sinom bertajuk 'narkoba Musuh Bangsa'. Kegiatan yang digagas Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono itu digelar secara daring dan menyasar generasi muda.

Proses pendaftaran sekaligus pengiriman karya peserta telah berlangsung pada 10 hingga 31 Agustus 2026. Pasanggiri ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan vokal, tetapi juga menjadi media kampanye pencegahan narkoba melalui kearifan lokal Jawa Barat.

"Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk mengkolaborasikan kearifan lokal Jawa Barat dengan pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui lantunan kawih sinom yang sarat dengan pesan moral, para peserta menyampaikan kampanye antinarkoba secara kreatif dan ekspresif," ungkap Sulistyo Pudjo Hartono melalui sambungan telepon, Jumat (4/9/2026).

Menurut Pudjo, pendekatan melalui seni dan budaya diharapkan membuat pesan pencegahan narkoba lebih mudah diterima masyarakat, terutama generasi muda. Selain menyampaikan pesan edukasi, seni dinilai mampu menyentuh sisi emosional pendengarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNN RI dan Gubernur Jawa Barat atas perhatian serta dukungan terhadap pelaksanaan Pasanggiri Agung kawih sinom tersebut.

"Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh dewan juri yang telah menjalankan tugas secara objektif hingga menetapkan delapan peserta terbaik dari dua kategori perlombaan, yakni kategori umum dan kategori pelajar," paparnya.

Pudjo mengatakan apresiasi tidak hanya diberikan kepada para pemenang. Seluruh peserta dinilai telah mengambil bagian dalam gerakan seni yang membawa misi penting, yakni menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Menariknya, karya kawih sinom 'narkoba Musuh Bangsa' saat ini tengah dalam proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk menjaga dan mengembangkan karya seni yang sekaligus membawa pesan edukasi tentang bahaya narkoba," jelasnya.

Pudjo menjelaskan, karya tersebut nantinya akan diserahkan secara resmi kepada Kepala BNN RI sebagai bagian dari Program Ananda Bersinar. Selain itu, karya kawih sinom tersebut akan diintegrasikan sebagai implementasi materi Inovasi Keluarga Anti narkoba (IKAN).

Materi tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dapat dijadikan sebagai muatan lokal. Dengan demikian, pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba diharapkan semakin dekat dengan kehidupan pelajar dan masyarakat melalui pendekatan seni serta budaya daerah.

"Melalui kegiatan ini, para pelajar, pemuda, dan masyarakat Jawa Barat diajak untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang positif dan kreatif, namun tetap berakar pada budaya sendiri," bebernya.

Pudjo menerangkan, seni dapat menjadi ruang ekspresi yang sehat bagi generasi muda. Sementara pemanfaatan seni dan budaya sebagai media edukasi diharapkan mampu menjadi salah satu benteng agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

"Kegiatan ini menjadi salah satu bukti bahwa seni dan budaya dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sekaligus kampanye antinarkoba. Inovasi tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat dan mewujudkan Jawa Barat yang bersih dari narkoba," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti